Kamis, 29 Desember 2016

Cerita Sex Spesialisasi Perkosa Wanita Jilbab


Sebelumnya aku bukanlah seorang lelaki pemerkosa. Aku juga bukan seorang hipersex yang hobi jajan di lokalisasi. Aku adalah seorang lelaki beristri. Tetapi ada suatu kejadian yang telah membuatku menjadi seorang yang terobsesi pada sex dengan kekerasan. Tepatnya, kini aku jadi soerang pemerkosa. Spesialisasi memperkosa perempuan berjilbab.

Waktu itu, aku berhenti di depan sebuah warung kecil mau membeli rokok. Baru sekali ini aku mampir ke warung ini. Saat aku mendekat ke warung itu kulihat seorang perempuan tengah nungging membelakangiku. Kayaknya sih dia sedang menata barang dagangan.

Pasti yang ada dipikirkan kalian aku melihat paha putih mulus yang tersingkap dibalik rok.Salah 

besar!!! Aku justru melihat wanita dengan pakaian serba tertutup. Dia memakai pakaian model gamis panjang sampai mata kaki. Tapia ada yang menarik dari pakaian itu. Gamis itu terbuat dari bahan yang tipis dan halus berwarna pink. Jilbabnya panjang, berwarna putih.

Yang membuatku melihat sampai tak berkedip adalah bokongnya. Terlihat bundar. Dan disitu aku melihat cetakan garis CDnya. Sekitar lima menitan aku terus melihat gerakan bokong itu. Yang ada dipikiranku aku melihat bokong bulat yang sedang telanjang. Parah lagi ketika sesekali perempuan itu menggaruk bokongnya tanpa sadar ada yang mengawasi dari belakang. Tangan terasa gatal, ingin rasanya aku menggaruk,mengelus dan eremas bokong bundar itu. Akhirnya, perempuan itu menyadari kehadiranku. Dia menoleh ke belakang dan terkejut.


“Maaf pak, mau beli apa ya pak ?” katanya di tengah keterkejutannya.
Tapi aku lebih terkejut lagi. Ternyata, perempuan ini berwajah sangat cantik. Memang usianya sudah tak muda lagi, kira-kira sekitar 32 tahunan. Tapi wajahnya masih terlihat segar, tak bosan aku memandangnya. Putih bersih dan lembut. Aku berpura-pura mencari barang yang akan kubeli, padahal niat semula cuma mau beli rokok aja.hehehe…. Sambil terus menerus mencuri kesempatan memandang wajahnya. Sesekali kuajak ngobrol dia juga. Suaranya pun terdengar lembut, selembut wajahnya. Pikiranku ngeresku timbul lagi. Membayangkan suara rintihannya ketika memeknya ditembus kontolku.


Dari obrolan yang kita buat disitu kutahu kalau dia soerang ibu beranak tiga. Kaget juga aku waktu kutahu dia sudah punya 3 anak. Menurutku, dia masih pantas jadi mahasiswi. Saat itu suaminya kerja danpulangnya sore. Sementara anak-anaknya sedang sekolah. Warungnya jadi satu sama rumah tempat tinggalnya.


“Ni di warung sendirian ya mbak ?” komentarku, keceplosan saking semangatnya.
“Iya, Pak. Paling sebentar lagi anak-anak juga pulang,” jawabnya tanpa curiga.
Pikiranku masih membayangkan tubuhnya kalau sedang telanjang. Tiba-tiba ide jahatku melintas begitu saja ketika kulihat sebilah pisau dagangan yang dipajang. Cepat sekali itu terjadi. Lalu aku mengambil dagangan asal-asalan kemudian kutaruh di meja kasir dihadapannya.


“Mbak ada toilet gak, tiba-tiba aku kebelet pipis nih?” kataku, mulai menjalankan ide jahatku.
“Aduh gimana ya?” katanya bingung. Aku tahu kalau dia bingung, karena dia sendirian di rumah.
“Aduh mbak aku sudah gak tahan nih” kataku sambil pura-pura meremas selangkanganku di hadapannya.


Kulihat wajahnya memerah.
“Tapi tunggu sebentar ya pak… Biarku bersihakan dulu kamar mandinya,” sahutnya sambil berjalan ke dalam.
Ketika dia berjalan ke belakang, aku langsung menutup pintu warung dan menguncinya. Lalu, kuambil pisau dagangan yang dipajang dan menyusul ke belakang perempuan tadi. Kulihat dia keluar dari kamar mandi dan menaruh BH ke mesin cuci.


“Udah belum mbak? Udah gak tahan ni.” kataku lagi sambil meremas selangkanganku dan melangkah ke arahnya.
Perempuan itu kelihatan jengah karena aku di dalam rumahnya.
“Emm, sudah pak silakan.” katanya dengan wajah menunduk.


Karena menunduk itu,dia jadi sangat kaget waktu aku berhenti di depannya. Dia mengangkat wajahnya dan seketika terlihat pucat waktu aku mengacungkan pisau ke arah perutnya.
“Cepat angkat tanganmu dan jangan melawan!” kataku mengancam..


Dia benar-benar ketakutan. Setelah tangannya diangkat lalu kusuruh dia berbalik menghadap ke tembok.
Tapi lalu kedua tangannya kuturunkan dan kuikat dengan BH yang dia taruh di mesin cuci tadi. Kuputar tubuhnya hingga menghadapku.
“Tolong pak lepaskan saya…jangan apa-apakan saya.” katanya dengan suara gemetar.
“Jangan takut mbak, saya cuma ingin senang-senang dengan mbak,” kataku sambil menjulurkan tanganku ke toket kanannya yang tertutup jilbab lebar.


“Wow ternyata kamu tak pakai BH ya ?” kataku sambil mencubit putingnya dari luar jilbab. Dia menggeliat smabil menjerit kecil
“Oy mbak, kita kan belum kenalan, siapa namamu ?” kataku sambil memencet putingnya agak keras.
“Auww…sakit..namaku Retno…” ia merintih-rintih.
Aku menhentikan cubitanku pada putingnya. Tanganku lalu pindah ke perutnya dan turun di selakangan. Kuelus dan kuremas gundukan memeknya.
“Aaah hentikan…tolong hentikan…” Retno menggeliat.


“Tenang mbak jangan takut…saya Cuma mau main-main sebentar saja kog.” kataku sambil berlutut di hadapannya.


Kemudian tanganku masuk dari bawah gamisnya. Menyusuri tungkainya yang mulus. Lalu kuturun CDnya. Retno mulai terisak. Apalagi, kupaksa dia untuk mengangkangkan kedua kakinya. Kuangkat gamisnya sampai ke pinggang. Wow menakjubkan. Memeknya mulus tanpa rambut, montok dan terlihat rapat. Akupun tak sabar untuk segera menciumi memek itu. Retno menangis dan memohon agar aku menghentikan aksiku. Dia pun berusaha untuk menghindar. Tetapi dia tak berdaya karena badannya ku tekan ke tembok. Mulutku sudah lekat dengan pangkal pahanya. Kujilati semua permukaan memeknya Lidahkupun berusaha untuk masuk ke memeknya. Agak sulit juga sih dengan posisi seperti itu. Maka, kutuntun Retno masuk ke kamarnya. Kudorong tubuhnya ke ranjang. Retno menjerit pelan ketika dengan kasar kucabik-cabik gamisnya dengan pisau. Sampai akhirnya, tak ada sehelai kainpun menempel di tubuhnya kecuali jilbabnya.


Kupandangi tubuh Retno yang putih mulus itu. Kedua kakinya kutarik ke tepi ranjang. Toketnya begoyang-goyang ketika dia menangis. Dengan penuh nafsu kucengkeram kedua toketnya. Lalu kuciumi kedua putingnya secara bergantian. Sesekali kugigit puting itu.


“Mbak retno jangan teriak-teriak ya…cukup mendesah pelan saja. Kalau mbak Retno berani coba-coba untuk teriak maka akan kupotong puting mungil mbak Retno ini.” kataku sambil menarik puting kanannya dan menempelkan mata pisau ke sisinya. Retno tampak ketakutan dan menggigigit bibirnya.


Lalu aku berganti posisi turun ke selangkangannya. Kuangkat dan kubuka paha Retno hingga terentang lebar. Kini pahanya terangkat ke arah wajahku. Perlahan, lidahku menjilat lubang memeknya dari bawah ke atas.


“Auuuhhhh….” terdengar erangan Retno.
Tak sabar, lalu aku membuka lubang memeknya dengan jariku. Kubuka selebar-lebarnya hingga terlihat bagian dalam dari memeknya yang berwarna pink dan lembab. Jantungku berdetak dengan kencangnya. Baru kali ini aku melihat dari dekat bagian dalam lubang memek selain milik istriku. Dan yang lebih membuatku merasa deg-degan yaitu memek yang kumainkan adalah memek seorang perempuan alim dan berjilbab. Antara deg-degan dan nafsu yang saat ini kurasakan. Kumasukan lidahku sedalam-dalamnya ke lubang memeknya. Soal rasa tidak penting untuk kuceritakan. Tetapi, sensasinya itu yang luar biasa. Tubuh Retno menggelinjang hebat diiringi dengan erangan dari mulutnya. Tak henti-hentinya dia menangis


“Cukup hentikan…aahhh…kumohon hentikan “
Eranganya makin menjadi-jadi saat lidahku bermain di klitorisnya. Kalau klitoris istriku kumainkan dia bisa menjerit menahan nikmat. Mataku sambil melirik ke muka Retna. Kulihat dia mengigit mulut bawahnya dan kepalanya menggeleng-geleng. Kumasukan dua jariku ke lubeng memeknya. Retnopun mengerang lebih hebat lagi. Kedengaranya mirip seperti desahan istriku waktu menjelang orgasme. Memeknya terasa sangat basah. Kusodokan jariku makin cepat. Sambil kusedot-sedot klitorisnya. Tiba-tiba, Retno mengerang panjang dan kedua pahanya menjepit kepalaku. Tubuhnya menggelinjang hebat. Saat itulah kugigit bibir memeknya dengan gemas. Terdengar suara Retno kesakitan. Dari menggelinjang kenikmatan, kini dia meronta-ronta kesakitan, berusaha menjauhkan pangkal pahanya dari gigitanku.


“Aduh… sakit tolong lepaskan.” rintihnya memelas.
Lalu kulepaskan gigitanku, kedua lututku pun kemudian menekan pahanya hingga mengangkang. Terlihat di memeknya ada bekas gigitanku.


“Kamu suka ya dengan gaya permainku ini ?” kataku sambil menusukkan tiga jariku ke memeknya yang basah.
Rupanya orgasme Retno tertunda tadi. Buktinya, ketika tiga jariku menusuk memeknya, otot memeknya langsung bereaksi seperti meremas ketiga jariku. Retnopun kembali mengerang dan merintih….


“Aaahhhh… hentikan ….oummmmhhhh…” desahannya makin menjadi ketika lidahku menjilati puting kanannya dan menghisapnya kuat-kuat.
Kudengar dari suara rintihannya kutahu kalau Retno orgasme. Karena suaranya mirip istriku saat orgasme. Otot memeknya mencengkeram tiga jariku sementara pinggulnya bergerak tak terkontrol. Kupandangi wajah sayu Retno dengan penuh nafsu. Dia menggigit bibirnya sendiri. Matanya terpejam. Tiga jariku masih berada di dalam memeknya yang terasa amat becek. Tubuh Retno masih bergetar menahan sisa-sisa orgasmenya.


Sampai akhirnya, Retno benar-benar lemas dan terkapar. Kedua tangannya masih terikat di belakang punggung, sehingga mengganjal pantatnya dan bagian pinggulnya mendongak ke atas. Tubuhnya bermandikan keringat. Kedua pahanya terbuka lebar. Kutarik keluar tiga jariku tadi, kupemandangan lubang memeknya yang membentuk huruf O yang perlahan mengatup kembali.


“Oke Retno sekarang giliran kontolku,” kataku sambil menindih badannya.
Retno cuma menggeleng lemah saat kepala kontolku mulai masuk di lubang memeknya. Kupaksa dia untuk mengulum tiga jariku tadi yang berlumur lendir dari memeknya sendiri.
“Kamu pasti belum pernah mengulum lender memekmu kan ?” kataku.


Retno menangis sambil mengulum tiga jariku yang berlumur lendir kemaluannya sendiri. Terlihat keningnya berkerut. Kepala kontolku sudah masuk sedikit di lubang memeknya yang sudah basah terkena lendirnya. Aku ingin memberinya sedikit kejutan. Tanpa memberitahu dia, langsung kuhentakkan kontolku masuk jauh sampai ke dasar memeknya. Kontolku terasa menerobos lorong sempit yang berlendir. Suara benturan biji pelirku dengan pangkal pahanya terdengar cukup keras. Reaksi Retno juga luar biasa. Kedua matanya tiba-tiba membelalak. Kalau saja mulutnya tidak sedang mengulum jariku, mungkin keluar suara jeritan dari mulutnya dengan cukup keras. Tetapi yang terdengar hanya rintihan yang tak jelas. Bahkan, jariku terasa sakit karena digigit ibu muda ini. Tetapi yang jelas, kontolku terasa seperti diremas-remas oleh otot-otot memek perempuan berjilbab lebar ini. Luar biasa nikmatnya.


Selasa, 20 Desember 2016

Ngentot Dengan Perjaka

Beberapa thn kebelakang, rumahku memang tergolong bebas untuk siapa saja. Mereka bebas datang kapanpun dan dgn siapapun. Khususnya para abg-abg yg broken home. Mau cewek atau cowok. Kadang aku berfikir, kenapa orangtuku mengijinkan ya? Apa mereka ga takut barang-barang ada yg hilang? Terbukti salah 1 hp dari mereka pernah hilang digondol teman-teman mereka-mereka jg. Tp lama kelamaan aku makin terbiasa dgn kehadiran mereka. Kata ortuku, kasian mereka yg jauh dari orang tuanya.

Cerita ngentot 2017, Aku jarang sekali keluar kamar, meski mereka datang, aku selalu diam didalam kamar. Untuk apa keluar? Di kamar sudah ada tv, dan kamar mandi. Mau makan cukup kedapur yg posisinya dekat dgn kamarku. Segala yg aku perlukan tinggal aku minta belikan pada mereka siapa saja yg ada dirumah.

Suatu hari, tiba-tiba aku mendengar suara laki-laki yg menyanyi-nyanyi diluar kamarku. Aku merasa baru dengar suara itu. Penasaran, aku keluar menuju dapur yg bedekatan dgn ruang tengah yg biasa dipakai kumpul oleh mereka. Diam didekat pintu dapur sambil lirik sana sini, basa-basi menyapa mereka, mungkin hari itu sekitar kurang lebih 15 orang yg sedang berada dirumahku. Bisa lebih dari 20 orang kalau dimalam minggu. Mereka biasa ketawa-ketawa, beemain gitar, minum-minum alkohol, kalau au sedang mood, aku suka ikut sebentar hanya untuk minum.

Saat itu, tatapanku akhirnya berakhir pada seorang laki-laki berperawakan tinggi, dgn tubuh tegap dan kulit putih. Sial! Cowok ini langsung bikin aku tertarik. Gumamku dalam hati. Lalu dgn terlihat dingin, laki-laki itupun menatapku balik. Dgn acuh nya akupun memalingkan muka dan kembali ke dalam kamar. Didalam kamar aku langsung terduduk diatas kasur. Bayangan sosok laki-laki yg sedang berada didepan kamarku terus saja ada dikepalaku. Aku harus mendapatkannya.

Hari terus berlalu, laki-laki itu belum kembali kerumahku. Aku fikir dia bukan seperti anak-anak yg lainnya. Yg tidur dirumahku. Emm, mungkin dia bukan anak broken home jg. Paling iseng-iseng maen. Tp, aku ga boleh nyerah buat dapetin dia.

Siang itu, aku melihat ada Adit, salah 1 anak paling lama yg suka tinggal dirumahku sedang menaiki tangga sambil membawa ember jemuran pakaiannya. Aku lalu mengikutinya untuk ketempat jemuran. Sembari menjemur, Adit masih tdk sadar kalau ada aku disampingnya. Hahaha, dasar cowok, pandangan mata nya hanya bisa melihat lurus kedepan. Tdk sperti wanita yg bisa melihat samping kanan kiri walau dia sedang menatap lurus kedepan.
Kucolek pinggangnya.


“Wadaw teteh, kirain siapa!” Kata Adit, terlihat dia sangat kaget.
“Hahahahhaa, serius amat sih ngejemurnya.” Kataku sambil tertawa terbahak-bahak. Lalu aku duduk disalah 1 bangku yg memang disediakan di atas untuk nongkrong anak-anak.
Adit melanjutkan menjemur pakaiannya.


“Dit, kemaren-kemaren ada cwo yg pake jaket coklat siapa?” Tanyaku.
“Yg mana teh?” Tanya nya balik.
“Itu yg rambutnya cepak pinggir-pinggirnya.” Jawabku.
Adit terlihat berfikir dan mengingat-ingat. Dia menjemur pakaian terakhirnya.


“Oohhh itu. Itu si Budi. Deket kok rumahnya teh. Tp dia tinggal sendiri, ortunya jadi TKW.” Kata Adit sambil menghampiriku dan duduk disampingku.
“Kenapa? Tumben sih teteh tanya-tanya orang yg datang kerumah, biasanya jg cuex.” Lanjutnya sambil cengengesan.
“Ya pingin aja atuh, namanya jg penasaran.” Jawabku.


“Cieeee penasaran, pasti ada maunya.” Goda Adit. Dia melihat Hp nya yg tiba-tiba berdering. Aku cuma mesem-mesem digoda sperti itu.
“Tp teh, dia jg nanyain teteh lho. Aku bilang aja jangan macem-macem ke teteh, karna teteh yg punya ini rumah. Dia nanya ke aku, katanya kok teteh pake pakaiannya sexy. Aku bilang aja, kalo emang kelakuan teteh tuh ga ada malunya, aurat diliat-liat. Hahahahahaaa.” Adit tertawa terbahak-bahak.


Aku gak memperdulikan ucapan Adit soal pakaianku, yg ku fikir hanya bagaimana bisa dekat dgn Budi.

“Kapan Budi kesini lagi?” Tanyaku.
“Lah kayanya dia ada dibawah deh sekarang. Tadi kan yg sms dia. Katanya dah ada dirumah ini.” Jawaban Adit membuat aku kaget dan senang.
“Serius Dit? Yuk ah ke bawah” kataku sambil berdiri dan berjalan cepat menuju tangga untuk kebawah tanpa memperdulikan jawaban Adit.


Dibawah, diteras rumah, aku melihat Budi sedang duduk didepan jendela kamarku. Menunggu Adit mungkin. Kepalanya yg tadi menunduk melihat hp nya, sekarang menengadah melihatku. Dgn tanpa basa-basi aku mendekatinya lalu tersenyum.

“Hey, Budi ya? Boleh minta no hp nya?” Kataku.
Aku memang wanita yg malas berbasa-basi, kalau ada maunya, langsung bicara saja. Itu lebih enak menurutku.


“Eh teteh, boleh.” Jawab nya terlihat sedikit kaget mendengar todonganku, lalu dia mengotak atik hp nya lalu menyerahkan padaku.
Disana kulihat sebaris nomber hp. Kucatat di hp ku.


“Makasih ya.” Kataku sambil berlalu dan masuk kerumah lalu ke kamarku.

Gilak, aku seneng banget dapet no hp nya. Pelan-pelan tp pasti, aku kudu ngerasain ngentod ama dia. Akhirnya setiap hari, kami sms an. Bahkan saat dia ada dirumahkupun aku masih sms dia. Aku tetap malas keluar kamar. Hingga suatu hari, pembicaraan kami mengarah pada selangkangan. Dia dgn polosnya bilang, kalau belum pernah ML. WTF, berarti dapet perjaka lagi nih, fikirku. Aku terus saja memancingnya sampai dia tertarik ingin melakukannya. Dan pancinganku gak sia-sia. Umpan nya dimakan ikan. Dia pun mau.

Saat dia sedang berada dirumahku, aku bilang, nanti malam dia kudu tidur dirumah ku bersama yg lainnya. Tengah malam dia keluar kamar dan tungguin aku didapur. Semuanya berjalan sesuai rencana. Tengah malam itu kami sudah berdua didapur yg remang-remang. Aku duduk diatas meja dapur, dia berdiri didepanku. Dgn lahapnya dia mencium bibirku dan tangannya meremas-remas toketku. Dia lalu memintaku mengikutinya kekamar mandi tamu yg memang dekat dgn dapur.

Tanpa basa basi lagi, dia dgn agak kasar menyuruhku menungging dgn bertumpuan tangan dan lututku diatas toilet duduk. Aku menurutinya. Aku yg hanya memakai baju tidur dgn model tengtop longgar dan terusan rok pendek, tanpa beha dan tanpa celana dalam akan memudahkan kami untuk ngentod. Dgn keadaan kamar mandi gelap, dia sepertinya kewalahan, susah mencari mana lubang yg benar.

Akhirnya aku tuntun penisnya menuju lubang meqiku. Dan Blesssss, penisnya masuk kedalam meqiku. Aku mendesah kecil, takut terdengar orang serumah. Dia mengocok penisnya dgn cepat. Desahannya terdengar agak memburu. Dan creeettt, creeettt.. Ada rasa cairan hangat menyirami meqiku, mungkin cuma 2menit goyangannya dan dia sudah mengeluarkan spermanya didalam meqiku. Aghhhh, padahal aku belum apa-apa. Tp aku maklumi sih. Namanya perjaka. Kebanyakan belum bisa mengatur nafsunya.

“Aghhh teteh maaf.” Katanya sambil membalikan tubuhku. Dia jongkok dihadapanku yg terduduk di atas toilet. Aku tersenyum dan mengelus wajahnya.
“Gak papa Bud, kan nanti bisa lagi.” Kataku.
“Oh jadi boleh lagi? Sekarang yuk, di meja dapur.” Katanya sambil menarikku keluar kamar mandi menuju dapur kembali.


Dgn masih terburu-buru, dia menciumi wajahku, bibirku dan memainkan bibirnya didaerah toketku. Ughhh rasanya ingin mendesah, tp ga bisa karna takut membangunkan ortuku atau orang yg ada dirumah.


Masih dgn tdk sabarnya, dia membuat pahaku mengangkang, dan dia menusukkan 1 jaringa kedalam lubang meqiku. Ughhhh aku mendesah pelan. Budi mencium bibirku, agar tdk keluar desahan yg lebih hebat saat dia mengocok keluar masuk jari nya didalam meqiku. Aku terhentak agak keras dgn tangan bertumpu kebelakang saat Budi menusukkan dalam-dalam jarinya kedalam meqiku, lalu dia menggoyang-goyangkannya didalam tanpa dia maju mundurkan.


Siaaallll, itu tepat banget didaerah g-spotku. Ingin rasanya aku teriak menikmati kenikmatan itu. Tp sayangnya gak bisa. Dgn sedikit kasar, Budi menarik tubuhku agar bisa mencium bibirku. Mungkin dia khawatir aku beneran teriak. Aku melepaskan ciumannya dan memohon untuk dia memasukkan penisnya kedalam meqiku.

“Masukin dong sayang, udah gak kuat.” Kataku dgn mata sayu menatapnya.
Cahaya remang-remang yg masuk ke dapur dari ruang keluarga, membantu ku melihat penisnya yg lumayan besar dan putih. Aku pegang penisnya dan dgn perlahan mengarahkan ke meqiku dengam posisi aku mengangkang lebar diatas meja dapur. Dan sekali lagi, blesssss… Penis yg nikmat itu masuk kedalam meqiku.


Aghhh, shiitttt nikmatnyaaa… Budi membiarkan beberapa detik penisnya didalam meqiku. Lalu dgn ritme perlahan, dia menarik dan memasukkan kembali penisnya kedalam meqiku. Dgn tubuh menyender ke tembok dan kaki mengangkang lebar, aku bisa melihat penisnya yg keluar masuk didalam meqiku. Aghh, rasanya benar-benar nikmat. Sialnya aku gak bisa mendesah dan teriak. Dgn terus mengocok, Budi menciumi leherku, aku benar-benar nyerah kalau sudah diciumi bagian kuping dan leher.

Tanpa lama-lama lagi, aku memeluknya erat dan sedikit menggigit pundaknya agar tdk teriak. Ya, saat itu aku orgasme. Orgasme yg sangat nikmat. Nafasku memburu. Terdengar pula nafas Budi ikut menjadi cepat. Dan genjotannya pun sangat menghentak-hentakkan tubuhku. Dan tiba-tiba tubuhnya mengejang didalam dekapanku. Ternyata dia orgasme lagi. Lama-lama tubuhnya melemah dan aku melepaskan pelukanku. “Kenapa?” Tanyaku. Budi tersenyum dan mencium keningku.


“Enak, makasih ya teh.” Katanya. Aku ikut tersenyum. Kami berciuman sebentar.

Dan tanpa banyak bicara lagi, aku membereskan bajuku. Terburu-buru masuk ke kamar tidurku dan langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan meqiku drei sisa-sisa spermanya. Sepertinya, Budi jg menuju kamar mandi tamu. Dia ga berani ke kamar mandi kamar yg dia tempati. Ahhahaaa mungkin takut membangunkan anak-anak yg sedang lelap tertidur.

Setelah malam itu, kami jadi semakin dekat dan sering ngentod. Dirumahku atau pun lebih bebas dirumahnya yg memang dia tempati sendirian. Bahkan kami pernah melakukan disiang bolong, ditempat umum. Ya tempat olah raga yg disana terdapat panggung kecil. Disisi panggung itulah aku menungging merasakan genjotan penis nya yg benar-benar bikin aku ketagihan.

Kamis, 15 Desember 2016

Cerita Sex Cewek SMP Montok Hypersex

“Hemm….heemm Kak Feri ada” Ucapan itu yg aku dengar. Sontak terbukalah mataku dan yg kulihat adalah Nonik, aku langsung memasukkan k0ntolku dan aku bingung mau bilang apa.
“Ini Kak Bunda bikinin sarapan untuk Kakak, Tante pergi kan…. ??? makanya Bunda berpesan untuk memberikan makanan ini” Ujar Nonik dengan senyum mengembang.
“Kamu udah berapalama berdiri disitu, kamu lihat semuanya:” Dengan nada deg..deg,an
“Hahahah Eneng udah 3 menitan Kak, terlihat Kakak sangat menikmati makanya aku kagetin, maav ya Kak.. lagian pintu depan terbuka lebar jadi eneng masuk dah.. eee Kakak sedang memanjakan diri” Nonik tersenyum .
“Eneng jangan bilang sapa – sapa ya… pleaasseee” Aku pun ketakutan,
“Yaaa tergantung, asal Kakak mau menuruti pinta eneng, gimana mau gak…???” Bahkan Nonik pun mengancamku, aku semakin kebingungan.
“Apapun deh pinta eneng” Kuturuti pintanya.
“Kakak harus jilati vagina aku sekarang, kan Kakak lagi nafsu kan gimana mau gak … jijik gak …???”

Rabu, 14 Desember 2016

Cerita Sex Birahi Pacar Temanku Yang Mabuk

Panggil saja namaku Irfan, aku adalah seorang karyawan di perusahaan franchise kota semarang (Jateng). Umurku sekrang 26 tahun, aku adalah tipe seorang laki-laki yang bisa dikatakan memiliki tubuh proposional. Aku mengatakan seperti itu kaena banyak teman-temanku bilang kalau tubuhku atletis, berkulit putih, tinggi badan172 cm, dan berat badan 67 kg. Sebagai seorang lelaki dewasa yang masih bujang, aku mempunyai hobi menonton film porno.
Selama aku bekerja aku tinggal di kontrakan karena aku ingin mandiri, walaupun sebenarnya aku jarak tempuh tempat kerjaku itu tidak begitu jauh dari rumahku. Sudah cukup lama aku memiliki sahabat yang sangat akrab sekali denganku, sahabatku itu bernama Galih. Kami sering menghabiskan waktu ditempat hiburan malam bersama-sama, kadang ditempat dugem dan kadang juga ditempat family karaoke.
Galih adalah seorang pembalap liar dan dia juga seorang yang bergabung di salah satu club motor besar di area semarang. Di semarang dia cukup terkenal di kalangan pembalap liar di semarang terutama didaerah jalan alteri semarang. Dari hobi dan keahlian Galih tersebut, galih sangatlah digemari para wanita, sehingga sekarang diapun mempunyai pacar seorang mahasiswi yang sexy, cantik dan menggemaskan sekali.
Sungguh Galih ini sangat beruntung sekali karena dia bisa memiliki seorang pacar seperti Echi (pacar Galih). Echi ini adalah seorang mahasiswi disalah satu universitas negeri di semarang dan mengambil fakultas hukum. Singkat cerita, pada suatu hari Galih-pun mencoba mengajak aku untuk olah vocal (Karaoke) di tempat family karaoke yang biasa kami kunjungi,
“ Fan, olah vocal yuk, boring nih aku, ” isi pesan Galih lewat BBM (blackberry Messenger).
“ Aduh sori nih Lih, bukanya aku nggk mau, tapi ini dompet lagi tipis nih, ini duit juga bakal buwat bertahan hidup aku dulu Fan, ” jawabku.
“ Bener juga ya Fan, ini aku juga ngepres banget duitnya, palingan kalau kita olah vocal juga nggk bakalan puas deh, Tapi gimana nih nasib si echo, soalnya aku udah terlanjur ajak dia keluar nih Fan, ” ucap Galih mencoba membujuk aku lagi.
Jujur saja sebenarnya aku ingi sekali menyetujui ajakanya, namun mau gimana lagi isi dompet sangat tidak mendukung keadaan,
“ Gini aja deh Lih, gimana kalau kita mabuk aja dikontrakanku sampai pagi, dan sekalian aja Echi kamu ajak kesini, gimana ?, ” ucapku memberi usulan kepada Galih.
“ Wah ide bagus tuh Fan, selain asik itu juga low budget,hahaha… yaudah tunggu yah bentar ni aku meluncur kesana, ” jawabnya
Saat itu-pun Galih enyetujui usulanku. Kira-kira 30 menit berlalu, pada akhirnya terdengar suara suara motor yang nampaknya itu adalah Galih. Setelah itu aku-pun segera keluar dari kamar kontrakanku dan melihat siapa yang datang, ya ternyata benar itu adalah Galih yang daytang bersama pacarnya. Wowww… mantap sekali bro, Echi malam itu sungguh sungguh terlihat luar biasa cantik dan sexy.
Malam itu jika para pembaca melihat sesosok wanita bernama Echi, Dijamin para pembaca bakalan horny dadakan deh, hha. Pada hari itu Echi memakai kaos ketat berwarna hitam, sehingga hal itu membuat terlihatnya buah dada-nya Echi yang montok, kencang an mencuat kedepat. Ditambah lagi saat itu juga memakai celana pendek jeans ketat ala anak sekarang, sehingga hal itu membuat pantat Echi terlihat benar-benar semok dan kenyal Bro.
Melihat Echi yang seperti itu Si otong mendadak berdiri tegak menantang para pembaca,dan aku semakin smerasakan hasrat sex yang luar biasa kepada Echi,
“ Selamat malam brooo.sory lama soalnya hujan deres nunggu reda dulu., ” Ucap Galih sambil masuk ke kamar kontrakan saya dengan menggandeng masuk si Echi.
“ Ohhh santai aja bro, namanya juga hujan,, ini pacar kamu ya Galih ???, ” Tanyaku sambil basa basi.
Saat itu terus ku perhatikan wajahnya yang bener bener putih bersih rambut rebonding lurus, kulit leher sampai dada tercium wangi seakan akan nafsu semakin bergelora dan Penispun mengeluarkan sinyal yang kuat. Akhirnya kita sepakat untuk membeli minuman keras cap orang tua ( congyang minuman beralkholol khas semarang) sebanyak 9 botol, dan makanan ringan untuk pendamping minuman kepiting saus tiram,
“ Echi biar disini dulu ya bro ama kamu, gue belanja dulu buat pesta, ” Kata Galih kepada saya.
Saat itu dalam hati kecil aku berkata, wah ini kesempatan emas untuk lebih tau siapa Echi. engen banget ngajak ngobrol ah.
“ Siaapppp deech brooo, gue jagain si Echi. aman pokonya ama gue.., ” jawabku bersemangat karena tak sabar ingin berbincang dengan bidadari satu ini.
Tak lama kemudian Galihpun pergi untuk membeli miras dan makanan tambahan,,, terlihat Echi duduk bersimpuh di atas kasur saya, dengan tangan yang selalu membelai rambut lurusnya, apalagi ditambah parfumnya yang bener bener wangi tercium menambah gairah semakin tak terbendung.namun dalam benak saya juga berfikir, ini salah karena Echi adalah pacar sahabat saya, batinkupun mulai meberontak,
“ Nama kamu siapa.???, ”. tanyaku mengawali perbincangan dengan si Echi.
“ Echi mas, kalo mas siapa? Udah kenal lama sama si Galih?, ”.jawab si Echi dengan senyuman hangat.
“ Ohhh . aku Irfan dan aku sudah 5 tahun kenal dengan Galih.., ” dengan serius aku mengobrol dengan si Echi.
Tak lama kemudian Galih datang dengan membawa persediaan pesta untuk malam ini.dan pestapun dimulai. awalnya saya membuka congyang 3 botol dan saya bagikan untuk Galih dan si Echi.makanan tambahan untuk pelengkap 1 porsi kepiting saos tiram saya taruh mangkok besar, dan kamipun menikmati suasana.3 botol habis juga, Galih meminta saya untuk membuka lagi minumannya.akhirnya saya buka lagi.
Echi juga saya tambah lagi.kamipun sambil bercanda bergurau pada malam itu.akhirnya setelah habis masing masing 2 botol, Galih dengan muka yang merah merekah, Echi yang mulai meredup matanya, saya langsung membukakan lagi 3 botol untuk saya, Galih dan pacarnya si Echi,
“ Ayolah brooo,, gitu aja dah K.o.kalah ama cwek kamu si Echi., ” aku menyuruh si Galih untuk menambah minumannya.
“ Wehhh kamu ngremehin gue brooo, sini gue habisin jatah kamu juga, ” Galih menjawab.
Saat itu aku dengan perasaan berapi api ingin menunjukan bahwa dia jago minum, akhirnya si Galih menenggak langsung 1 botol yang saya kasih, dan kemudian mengangkat 1 botol lagi jatah saya namun hanya terminum seperempat, karena mungkin sudah tidak kuat. Akhirnya dia tepar tak berdaya.Saya dan Echi dalam keadaan setengah tiang masih bercanda dan sesekali mengejek Galih yang sudah gugur dalam perpestaan malam hari ini,
“ AAAAhhh payah cwok kamu Echi,, gitu aja K.O, ”. ujarku sambil bercanda dengan Echi.
“ Iya nih tadi sok sok, ”an langsung nenggak 2 botol, eh malah K.O.., ”. sambil tertawa dan melayang layang tubuhnya,,, matanya yang sudah mulai redup.
Saya mulai kembali bergairah untuk merasakan Vagina si Echi, keadaan sudah ON, ditambah melihat buah dada Echi yang bener bener kencang.dan putih kulit pada bagian dada dan lehernya, membuat Penis ini gak mau diajak kompromi.selang beberapa saat kemudian, Echi membangunkan Galih yang sudah tepar dan tertidur di kasur saya.Echi meminta diajak ke kamar mandi untuk kencing karena sudah habis 2 botol setengah,
“ Honey, bangun bntar, anterin aku ke kamar mandi, pengen pipis nih.., ” sambil membangunkan Galih, Echi seakan sudah tidak tahan untuk mengeluarkan air kencingnya.
“ Sudah biarkan si Galih tidur, dia dah gak sadar Echi, daripada bangun ntar malah muntah muntah. ayo kuantar., ”. bujuku sambil berharap kesempatan siapa tau dapat rejeki.
Dengan sempoyongan berdiri, langsung aku bantu si Echi untuk berjalan.tangan kanannya kutaruh di pundak saya, aku peluk bagian dadanya.tanpa sengaja memegang buah dada-nya yang bener bener padat. Penis-pun mulai ereksi, sambil menuju ke kamar mandi, tanganku selalu beraksi seakan memberi bantuan dengan curi curi kesempatan. Pada saat itu bener bener keadaan sepi karena habis hujan, jadi gak ada orang sekitar yang masih bangun.
Setelah sampai di kamar mandi, aku dudukan si Echi ke wc duduk.aku lepaskan pelan pelan dan si Echi meminta aku untuk menutup pintunya.tidak kurang akal, aku tutup pintu namun tidak saya rapatkan. Aku uintip dari celah pintu, Echi mulai melorotkan celana dan CD nya, terlihat jembut yang sungguh rapi nan indah.Vaginanya merekah merah, perutnya yang langsing membuat Penis semakin menunjukan tegangan tinggi saja.
Seakan ingin memasuki liang senggama milik Echi. Saat itu air seni Echi-pun keluar dari Vagina si Echi, saaitu terus kuamati Vagina nya sampai selesai buang air kecil, kemudian di membilas Vaginanya dengan semprotan air, terlihat wajahnya yang sungguh menggoda, dengan bibir tipis, mata sayu.uuuuhh sungguh bidadari yang jatuh dari langit.dengan perasaan tak sabar aku langsung masuk ke kamar mandi.aku langsung berdiri di depan Echi.
“ Echi, Vaginamu sungguh menggoda., ” ujarku sambil melihat ke arah Echi yang dalam keadaan setengah tiang.
“ Kamu mau apa Irfan ?, ”jawabnya dengan terbata bata dan seempoyongan.
Tanpa berfikir panjang.langsung aku ambil possisi di depan Vagina Echi.langsung ku jilatin Vagina Echi yang merekah.kakinya ku taruh pundakku dan ku angkat ke atas,
“ Aaaaccchhhhhh enaaaaaakkk riaannn. enaaakkk bangeeettt, ” Desahan Echi menikmatinya, kelihatannya sudah on fire juga si Echi nih.
“ Srrruuuupppp ehhmmm sluuuuuuupp, ”
Suara jilatanku pada seluruh rongga Vagina Echi, dan aku hisap Clitoris Vaginanya, hingga Echi semakin meronta dan mendesah hebat.
“ Irfan.masukin yuk.gatel nih Vagina, ” terlihat sudah kalau Echi adalah hypersex.
Mendengar ajakan Echi tersebut, kemudian langsung ku angkat Echi, ku lepas baju dan Branya.aku balikan ke arah dinding.aku lepas celanaku dan aku basahi Penisku dengan air liurku.Penispun sudah tidak tertahan lagi.saya ajak Echi untuk Dogie style sex..perlahan kumasukkan ujung Penisku dari belakang .ku gesek gesekkan ke Vagina Echi,
“ Masukin Irfan, ayooooo terus Irfann, ” Pinta Echi kepadaku.
Saat itu aku-pun sudah tidak bisa menahan nafsu birahiku, dan pada akhirnya,
“ Blesssssssss…, ”
Pada akhirnya Peniskupun masuk ke dalam lobang Vagina milik Echi,
“ Aaaahhhh Ooohhh.enak banget Irfan, Dorong teruuuuussss Irfan,Vaginaku penuh dengan Penismu yang besar, ” desahan Echi.
Mendengar desahan Echi aku-pun semakin semangat untuk memuaskan nya.aku maju mundur keluar masuk dan terus ku goyang Penisku ke Vagina Echi. Aku merunduk dan sambil meremas buah dada Echi, sesekali aku pelintir putingnya yang sudah tumbuh.aku remas remas terus dan terus ku genjot .Echi hanya bisa mendesah.beberapa menit kemudian Echi akhirnya orgasme yang pertama kalinya.
Echi mengeluarkan cairan putih hangat terasa di Penisku yang berada di dalam Vagina Echi.
“ Aaaaccchhhh..ssssstttt..eemmmhhhh.Keluar Irfan…Aaaacchhhhh oohhhh.Nikmat sekali Irfan, ”. desah Echi mulai tidak karuan.
Saat itu aku semakin menambah genjotanku.aku merasa senang dalam hati bisa membuat Echi orgasme dengan begitu cepat. Selang beberapa menit kemudian akupun tak bisa menahan sperma untuk keluar.dalam masa puncakku.ku genjot lebih cepat lagi.akhirnya dengan penuh semangat. Aku cabut Penisku dari Vagina Echi dan aku keluarkan air maniku ke pantat Echi semua
“ Crotttttttttt… Crottt… Crottt… Achhhhhhhhhhh, ”
Pada akhirnya air maniku-pun keluar dengan cepat dan tercecer di pantat dan punggung Echi,
“ Makasih Echi, Vaginamu sungguh luar biasa.., ” kataku sambil aku memeluk Echi.
“ Iya Irfan sayang, aku juga yah karena kamu sudah ngasih aku kenikmatan malam ini, ” ucap Echi puas.
Setalh itu aku-pun membilas pantat dan punggung Echi yang penuh air maniku. Setelah selesai aku-pun kemudian membantu Echi untuk memakai pakainnya lagi, dan aku antar dia untuk ke kamar menemani Galih yang sudah terkapar tak berdaya akibat mabuk miras. Selesai.

Minggu, 11 Desember 2016

Tante Tak Lagi Sombong Setelah Keenakan Ku Entot

Udara pagi ini terasa sejuk sekali, seakan menyambut baik datangnya hari Minggu ini. Secerah wajah tante Ivone yg tengah bercengkrama dengan bunga bunga ditaman. Meskipun nampak angkuh, namun kecantikan wajahnya tak dapat disembunyikan.
Aku baru saja selesai mandi dan berniat ngeteh diteras rumah sambil mnghirup udara pagi yg segar. Akan tetapi mataku melihat tante Ivone tengah asyik menikmati keindahan bunga ditaman depan rumah. Dengan gaya ala petani bunga Cibodas, tante Ivone nampak srius mmperhatikan tanaman itu. ” Pagi tan ” sapaku. ” Hmm… ” balasnya tanpa berpaling dari rumpunan bunga. ” Mau aku buatin minum nda tan!? ” tanyaku lagi setengah menawarkan jasa. ” Nda usah!! ” jawabnya juga seraya membelakangiku. Aku tak melihat tante Rita, Hendri ataupun Nita pagi ini. ” Ach, pada lari pagi kali? ” fikirku dalam hati.

Aku kmbali mmperhatikan tante Ivone yg mmblakangiku. Mulai dari betisnya yg putih mulus mskipun nampak kurus, pahanya yg lebih mulus dari betisnya, bokongnya meskipun trbalut clana pendek, namun trlihat jelas lekukannya. ” Coba dia bisa aku tiduri sperti tante Rita ya? ” gumanku dalam hati. Belum habis lamunanku,tiba tiba kulihat tubuh tante Ivone trhuyung lemah ingin trsungkur. Dengan cepat aku mloncat dan mmegangi tubuhnya yg nyaris trsungkur itu, mninggalkan sisa lamunan cabulku.

Kurangkul tubuhnya yg mulus dan trlihat lemas sekali. “Ga papa kan tan??” tanyaku penuh rasa khawatir, sraya mmapah tubuh tante Ivone. “Kpalaku trasa pusing Fad” jawab tante Ivone lemah. “Ya udah, istirahat aja didalam” saranku sambil terus memapahnya ke dalam rumah. “Akhirnya aku bisa mrangkulmu Vone” ucapku dalam hati. Ada sjuta kebahagian dihatiku karna mampu mrangkul tubuh si angkuh trsebut.

AGEN POKER - Stelah brada didalam rumah, dengan perlahan kududukan tante Ivone disofa ruang tamu. Dengan mnarik nafas tante Ivone duduk dan brsandar pada sandaran sofa. Stelah itu aku melangkah mninggalkannya sendiri. Tak brapa lama aku kembali dngn sgelas air hangat dan mnghampiri tante Ivone yg tengah brsandar disandaran sofa. “Minum dulu tan, biar enakan!” ujarku sambil mnyerahkan gelas brisi air hangat yg kubawa. Tante Ivone pun mminum air hngt yg kuberikan. “Makasih ya Fad” ucapnya lemah sambil mletakan gelas dimeja yg ada didepannya.

“Kpalanya masih pusing ga tan!?” tanyaku. Tante Ivone hanya mnganggukan kpalanya. “Mau dipijatin ga!?” tanyaku lagi. “E, em” jawab tante Ivone prlahan seakan tengah mnahan sakit. Aku pun sgera memijat mulai dari kpalanya dngn prlahan lahan, kmudian dahinya yg dia bilang mrupakan pusat rasa sakitnya. “Wah, knapa tante Fad!?” tanya Nita yg baru saja pulang. “Tadi si tante hampir jatuh,
kpalanya pusing Nit!” jawabku. ” Trlalu capek kali!? ” ujar Nita sambil mlangkah kedapur. “Dah aga mndingan Fad” jelas tante Ivone dngn mata terpejam, menikmati pijatan pijatan jariku. Terasa hangat dahinya brsamaan dngn rasa hangat yg menjalari tubuhku. Harum aroma tubuh tante Ivone trasa mnusuk kedua lobang hidungku.

 Mmbuat aku ingin lebih lama lagi memijat dan dekat dngnnya.
“Masuk angin kali tan, dahinya aga anget ne!? ” jelasku, brupaya memancing agar niatku tercapai. “Iya kali? “ujarnya pula, seakan mngerti akan arti ucapanku. Membuatku makin brani lebih jauh. “Mau dikerikin ga!?” tanyaku dngn penuh haraf kepadanya. “Memang kamu bisa!?” tante Ivone balik brtanya. Membuat hatiku trasa brdebar tak karuan. “Ya bisa… ” jelasku dngn cepat, takut tante Ivone brubah fikiran lagi. “Ya udah, tapi dikamar ya…, ga enak disini” pinta tante Ivone. Mmbuat hatiku brdebar makin cepat.

Dengan prlahanku papah dia mlangkah mnuju kamarnya. Akupun brusaha untuk menahan dan menenangkan hatiku. Yang mulai dirasuki niat dan fikiran kotorku.
Setelah brada didalam kamar, kusarankan agar dia istrahat diranjangnya. Tante Ivone pun mrebahkan tubuhnya sraya brnafas panjang. Seolah olah ada beban berat yg dibawanya. Aku sgera brlalu mngambil obat gosok dan coin untuk mengerik tubuh tante Ivone.

Stelah kudapati smua yg kubutuhkan, aku kembali mnghampiri tante Ivone yg tengah menanti. Dengan mmbranikan diri aku memintamya agar dia mlepaskan pakaian yg dipakainya. Dia pun prlahan melepaskan pakaian atau baju yg dipakainya. Shingga tante Ivone kini hanya mngenakan bra yg brwarna pink dan clana pendek saja. Ada getaran hangat mnjalari sluruh tubuhku, saat menyaksikan tante Ivone mmbuka bajunya. Hingga mmbangunkan kjantanan dan hawa nafsuku. Yang memang telah mngendap dibenakku sejak awal, ketika memprhatikan dia ditaman.

Dengan prasaan yg tak mnentu dan dibayangi nafsu dibenakku. Akupun mulai mngusap …
..usap punggung mulus yg mmblakangiku, dngn hati hati sekali. “Tali branya dibuka aja ya tan??” pintaku pnuh haraf sambil trus mngusap dan mengerik punggung bagus dihadapanku. “Iya… ” jawabnya lirih. Menahan kerikan dipunggungnya, entah sakit atau geli aku tak tau. Yang pasti tanganku sgera melepaskan kait tali branya, sehingga mmbuat branya mlorot mnutupi sbagian payudaranya yg bulat dan berisi. Sperti payudara milik gadis kebanyakan. Stelah tiada lagi penghalang dipunggungnya, akupun membalurinya dngn minyak gosok. Dan jari jemarikupun menari mmbentuk garis dipunggung tante Ivone.

Sambil sekali kali mataku melirik kearah payudaranya yg brusaha ditutupi dngn bra dan kedua tlapak tangannya. Tapi hal trsebut mmbuatku smakin terangsang didorong rasa pnasaran yg tramat. Smentara tante Ivone hanya trdiam sraya mmejamkan matanya yg bulat dan indah. ” Pelan pelan ya Fad!? ” pintanya masih dngn mata yg trpejam. Tiba tiba pintu kamar prlahan terbuka, nampak Nita tengah brdiri dimuka pintu. “Tan aku mo kerumah tman dulu ya!?” ujar Nita brpamitan sraya matanya mlirik kearahku. “Iya Nit… ” balas tante Ivone tanpa brpaling kearahnya. Kmudian scara prlahan Nita mnutup pintu kembali dan brlalu pergi.

Jari tanganku mulai nakal trhadap tugasnya, jariku trkadang nyelinap dibawah ketiaknya brusaha meraih benda yg bulat dan padat brisi yg ditutupinya. Tapi tangan tante Ivone terkadang brusaha mnghalanginya, dngn merapatkan pangkal lengannya. “Jari kamu nakal ya Fad!? ” ucap tante Ivone stengah berbisik seraya mlirik ke arahku. Membuatku trsipu malu. “Habis ga kuat sich, tan…” jawabku jujur. Tapi tante Ivone malah melepaskan branya shingga kini payudaranya nampak polos tanpa plindung lagi.

Dan langsung menjadi santapan kedua mataku tanpa brkedip. Langsung mmbuat hatiku brdebar debar mnyaksikan pemandangan trsebut. “Sekarang bisa kamu plototin pe puas dech!!” ujar tante Ivone tak lagi mnutupit buah dadanya dngn kedua tlapak tangannya lagi. Jantungku trasa bgitu cepat brdetak dan mmbuat lemas sluruh prsendianku. Kontolku brlahan tapi pasti mulai brdiri tegak mngikuti dorongan hasratku.

AGEN DOMINO - “Memang dah selesai ngeriknya Fad!?” tegur tante Ivone mngingatkanku. Mmbuat aku sgera mlanjutkan prkerjaanku yg trtunda sesaat. Hampir sluruh bagian belakang tubuh tante Ivone telah kukerik dan brwarna merah brgaris garis. Hanya bagian bokongnya yg luput dari kerikanku karna trhalang dngn clana pendek serta CD yg dikenakannya. Tapi belahan bokongnya telah puas kuplototin.
Akhirnya pekerjaanku selesai juga. Kemudian dngn prlahan jari jariku memijati pundaknya. Tante Ivone mnundukan kpalanya, sekali sekali trdengar suara dahak dari mulutnya. “Sudah Fad!” printahnya, agar aku mnyudahi pijatanku.

Dengan prasaan malas akupun mnghentikan pijatanku dan sgera mmbrsihkan sisa sisa minyak dikedua tlapak tngnku. ” Cuci tanganmu dulu biar bersih sana!!” pinta tante Ivone skaligus printah. Akupun branjak pergi kekamar mandi yg memang ada didalam kamar trsebut. Stelah usai mncuci sluruh tanganku hingga bnar bnar bersih. Akupun kembali menghampiri tante Ivon yg tengah telentang diatas ranjang masih dngn keadaan sparuh bugil. Sperti saat aku tinggalkan kekamar mandi. Hingga payudaranya yg bulat dan brisi nampak mmbusung besar didadanya, dngn puting yg brwarna coklat susu. “Ayo Fad, kamu mau mainin ini kan!?”.
 “Aku juga mau kok!?” ucap tante Ivone sambil mremas salah satu payudaranya hingga putingnya mnonjol kearahku. Akupun mndekat mnghampirinya dngn perasaan nafsu. Membuat kontolku kian brdiri dan mngeras kencang dibalik clanaku.

Akupun tak mnunggu lebih lama, sgeraku remasi payudaranya yg mnantang. Tante Ivone brgelinjang saat tlapak tanganku mndarat dan meremas kedua payudaranya. ” Achh.., iya Fad trussss ” rintihnya prlahan. Jari jemariku kian liar mremasi sluruh daging bulat yg padat brisi. JariQ juga memainkan putingnya yg mulai mngeras.

” Iya,.., ayo diisep Fad.., aaaayooo “pinta tante Ivone dngn nafas taj tratur. Akupun sgera mnjilati dan mengisapi puting payudaranya. “Aduhhh…, enaaaak, trusss….” desah tante Ivone sraya mmegangi kpalaku. Aku smakin brnafsu dngn puting yg kenyal sperti urat dan mnggemaskan. Smentara tante Ivone smakin mndesah tak karuan. Tangan kananku meluncur kearah slangkangan dibawah pusar, trus mnyusup masuk diantara clana dan CD tante Ivone. Hingga jari jariku trasa mnyentuh rumput halus yg cukup lebat didalamnya.

Tante Ivone mmbuka pahanya tak kala jari tlunjukku brusaha masuk kedalam lobang yg ada ditengah bulu bulu halus miliknya. “Aowww…” jerit kecil tante Ivone saat tlunjukku brhasil memasuki lobang memeknya. Dia pun mnggeliatkan tubuhnya penuh gairah nafsu. Smentara kontolku smakin mngeras hendak kluar dari bahan yg mnutupinya.

Cukup lama jari tlunjukku kluar masuk didalam memek tante Ivone, hingga lobang itu mulai trasa basah dan lembab. Sampai akhirnya tangan tante Ivone menahan gerakan tanganku dan mminta mnyudahinya. “Aaaachhh.., udaahhh., Faddh.., aaachh” rintih tante Ivone. Akupun menarik tanganku dari balik clananya dan mlepaskan putingnya dari mulutku.

“Buka pakaianmu dong, Fad!!” seru tante Ivone sraya bangkit dan mlepaskan clana pendek serta CDnya. Shingga dia bugil dan nampak rumput hitam ditengah slangkangannya yg baru saja ku obok obok. Akupun mlepaskan smua pakaianku dan bugil sperti dirinya.

BANDAR POKER - Dengan senyum manis kearahku, tante Ivone mendekat dan brjongkok tepat didepan slangkanganku. “Aouw, gede banget..!!” seru tante Ivone sraya tlapak tangannya mraih kontolku yg telah brdiri dan keras. Dngn tangan kanan dia mmegang erat batang kontolku, sedangkan tlapak kirinya mngelus elus kpalanya. Hingga kpala kontolku trasa brdenyut hangat. Kmudian dimasukan kontolku kedalam mulutnya sraya matanya mlirik ke arahku. “Agghhh… “aku mlengguh tak kala sluruh kontolku tnggelam masuk kedalam mulutnya. Darahku brdesir hangt mnjalari sluruh urat ditubuhku. Aku hanya dapat memegangi kpala tante …

…Ivone, mremas serta mngusap usap rambutnya yg ikal sebahu. Smentara tante Ivone smakin liar, sbentar mngulum dan mngemud seakan dia ingin melumat sluruh kontolku. Trnyata dia lebih buas dari tante Rita. Trkadang dia mnjilati dari batang hingga lobang kencing dikpalanya. ” Aaaaaaa… ” erangku menahan rasa nikmat nan tramat. Trasa tubuhku melayang jauh tak menentu.

Entah brapa lama tante Ivone mngemut, mnjilat dan mngulum kontolku. Yg jelas hal ini mmbuat tubuhku brgetar dan hampir kejang. ” Gantian dong tan, aQ juga mau jilatin memekmu! ” rengekku, hampir tak mampu mnahan nafsuku. Ingin rasanya memuntahkan keluar sebanyak banyak. Agar tante Ivone mandi dngn air maniku.

Tante Ivone sgera bangkit brdiri meninggalkan kontolku yg masih brdiri tegak. Kmudian aku mminta agar dia duduk dikursi tanpa lengan yg ada. Akupun brjongkok mnghadap memeknya yg dihiasi bulu lebatnya. Kedua kaki tante Ivone trtumpu pada kedua bahuku. Maka mulutku mulai mnjarah memek yg tlah mnganga terkuak jari jemariku, hingga nampak jelas lobang memek yg brwarna merah dan lembab. Lidahku pun mulai mnjelajahi dan mnjilati lorong itu. “Aaaaowwh…, aaaa…, iyyyaaa.., trussss, aassstttssh” desah tante Ivone saat lidahku brmain mnjilati lobang memeknya. “Aduuuhh,…, truuusss, lebihhh daallaaamm, aaah,… enaaakhh, agh, agh, aghhhh” rintihnya pula sambil mremas dan mnjambaki rambut dikpalaku. Lidahkupun smakin liar dan brusaha masuk lebih dalam lagi.

“Aaaaghh,.., gilaaaa…, enaaaksss,.., ubss,.., aaaaachghhh” suara tante Ivone tak karuan. Lidahku brhenti mnjilati dinding lobang memek, kini brpindah pada daging mungil sbesar biji kacang hijau. Ku jilati itil yg brwarna merah dan basah dngn air mazinya dan air liurku.

“Aughh…..” suara tante Ivone sperti tersedak sambil mrapatkan kedua pahanya, hingga mnjepit leherku, ketika ku isap itilnya. ” Aaaaa.., auwghhh…., yaaaaa ” ucap tante Ivone lirih. ” Udahhh…, Fad…, udddaah Faadd ” rengek tante Ivone sraya mndorong kpalaku dngn kakinya yg trkulai lemas dibahuku.

BANDAR DOMINO - Akupun mlepaskan isapan mulutku pada itil tante Ivone dan bangkit brdiri dihadapannya dngn kontol yg masih tegak dan keras. Kemudian mminta tante Ivone agar bangkit dari duduknya. Kini aku yg mnggantikan posisinya duduk dikursi.

Tante Ivone naik keatas pahaku dan tubuhnya mnghadap kearahku, hingga tubuh kami saling brhimpitan. Kmudian tante Ivone mmbimbing kontolku masuk kelobang memeknya dngan jarinya. ” Aagghhsss.. ” rintih kecil tante Ivone ketika kontolku masuk menusuk memeknya. Tak lama kmudian bokongnya mulai turun naik, mngesek gesek kontolku didalamnya. Aqpun mngimbanginya dngn mmegangi pinggulnya mmbantu bokongnya turun naik. ” Aachhh.., yaaaa, oohhh, enaaak Fadd “. ” Auwwghhh…., aaaaaa…, oohhhh, yaaa ” racau tante Ivone tak karuan jika tubuhnya turun mnenggelamkan kontolku dimemeknya.

” Aauwww, aku ga tahan ne Fadd,…, aaaauwww, yessss ” rintih tante Ivone sraya mnggerakan bokongnya dngn cepat. Akupun mmbalas reaksinya, dengan melumat lagi payudaranya .”Aaaaaawhhh……..”erang tante Ivone sambil mnekan bokongnya lebih rapat dengan slangkanganku. Akupun mengejang mnahan tekanan bokong tante Ivone. “Aaaachhhh…….” akhirnya aku tak mampu lagi mmbendung cairan kental dari dalam kontolku. Kamipun saling brpelukan dngn erat beberapa saat dngn brcampur peluh masing masing.

Stelah cukup lama kami brpelukan, kamipun bangkit dngn malas, enggan branjak dari suasana yg ada. Stelah itu kamipun mandi mmbrsihkan tubuh kami masing masing yg basah dngn peluh syurga.
Akhirnya aku bisa menidurimu dan menaklukan keangkuhanmu Ivone Gienarsih.

Sabtu, 10 Desember 2016

Sahabat Lama Pemuas Hasrat

menceritakan pengalaman Sex dari seorang Lelaki yang bernama Arman.
Arman yang bertemu kembali dengan sahabat wanita-nya yang bernama Arin mereka melepas kangen mereka dengan bersetubuh di kantor Arin. Mau tahu kelanjutan ceritanya, Langsung aja yuk baca dan simak baik baik cerita dewasa ini.

Panggil saja namaku Arman, aku disini aku akan mengukirkan sebuah cerita sex saya dengan sahabat wanitaku yang cantik, bertubuh putih mulus dan sexy yang bernama Arin. Sudah lama sekali aku dan Arin tidak bertemu setelah kami sama-sama sudah menikah. Sekitar 3 tahun kami tidak bertemu sampai kini kami bertemu lagi dengan posisi Arin yang sudah janda. Berawal dari iseng-iseng aku membuka facebook ku, aku-pun mencari Arin dari salah satu media sosial itu.

Beberapa menit aku mencari dia di pencarian teman, pada akhirnya aku menemukannya dengan nama account Arin Permatasari. Karena sudah menemykan pada akhirnya akupun mengirim inbox kepadanya, tidak kusangka 1 meini t setelah itu dia membalas dan memberikan momer handphone-nya. Karena aku sangat kangen sekali maka aku-pun langsung menelfonya dan meminta untuk bertemu denganya.

Dulu kami memang sangat akrab sekali, bahkan saking akrabnya kami dulu pernah melakukan hubungan sex walaupun berstatus sebagai sahabat. Aku dan Arin-pun tahu apa yang kami suka dalam hal hubungan sex, dari mulai posisi sex apa dan bagaimana kesukaan kami ketika kami saat bersetubuh. Saat itu Arin meminta aku untuk menemuinya di kantor Arin pada hari sabtu pada siang hari sekitar jam 14.00, karena ada pekerjaan yang harus diselesaikannya pada hari itu.

Singkat cerita hari itu-pun tiba dan aku pergi kekantor Arin yang lokasinya terleletak di jalan Fatmawati, Jakarta. Kebetulan sekali karena hari itu akhir pekan, sebagian besar karyawan perusahaan dijakarta rata-rata tutup. Hanya kantor Arin lah yang buka, dan sesampainya disana aku melihat hanya ada Arin. Saat itu karyawan lainya sudah pulang, karena pada waktu itu memang hanya masuk setengah hari dan hanya Arin yang tersisa.


Pada saat itu ketika aku datang, Arin yang menyambut langsung lalu membukakan pintu dan menyambutku dengan penuh keceriaan.
Demikian-pun dengan aku, walaupun sempat terpana sebelumnya melihat dirinya yang semakin cantik, sensual dan sexy, apalagi dengan penampilannya siang itu yang mengenakan atasan kemeja dengan dilapisi blazer, bawahan rok mini ketat diatas lutut dan sepatu hak tinggi yang menampakkan kakinya yang indah. Kaki Arin sungguh indah dan mulus, ditambah lagi dia masih seperti dulu dengan ciri khas bodynya yang mungin namun sintal.

Beberapa saat aku terpanah oleh keindahan tubuhnya, ditengah pandanganku itu Arin-pun berkata,
“ Man, aku selesaikan pekerjaanku dulu ya, habis itu baru kita hangout, okey… ”, ucap Arin sembari mengajakku ke mejanya.
Setelah itu aku dipersilahkan duduk di kursi samping meja kerjanya, sembari Arin mengerjakan pekerjaanya kami-pun mengobrol. Melihat Arin yang sedang mengerjakan tugasnya aku-pun menawarkan untuk memijatnya,

“ Rin kamu aku pijitin yah, biar enak ngerjain kerjaanya ”, Ucapku lalu bergegas berdiri di belakang kursinya bersamaan dengan hinggapnya kedua tanganku di pundaknya untuk memijat.
“ Eummm, enak sekali yah pijatan kamu Man, udah lama sekali aku nggak kamu pijat, hhe… Jujur aku aku kangen banget sama pijatanmu Man ”, ucap-nya manja sembari mngerjakan pekerjaanya.
“ Ah yang bener, ngomong-ngomong kamu kangen juga nggak sama kecupanku ? ”, ucapku sembari dengan ciumanku pada telinga-nya.

Ketika aku mencium telinga-nya, saat itu Arin langsung menggeliat kegelian, apalagi waktu krah kemejannya agak kusingkapkan dan ciumanku mulai menuju ke leher dan tengkuknya yang mulus dan wangi itu. Sungguh aroma tubuhnya harum alami, akhirnya aku bisa merasakan lagi setelah sekian lama aku tidak bertemu dengan Arin,

“ Oughhh… Sssssss… geli Man… Aghhh… ternyata kamu nggak berubah yah Man sama seperti dulu… Oughhh…” desahnya diiringi ucap nikmatnya lalu dia mematikan komputernya.
“ Kayaknya kita nggak perlu keluar dari sini deh, sebentar ya, aku kunci dulu pintu depannya,” ucap-nya lagi.

Agak lama Arin mengunci pintu depan, dan waktu balik ke ruang kerjanya, mataku terbelalak melihat Arin hanya tinggal mengenakan blazer merahnya yang terkancing seadanya tanpa apa-apa lagi di dalamnya. Tanpa bicara, Arin langsung menggandengku menuju ruang meeting kecil yang hanya berisi meja bulat dan beberapa kursi,

“ Man, aku kangen banget merasakan kehangatan tubuhmu Man,” ucap-nya lagi.
Sesampainya ruang meeting itu aku-pun bergegas membuka pakaianku. Lalu Arin-pun mendekatiku dan tiba-tiba melumat bibirku yang langsung kusambut dengan meneroboskan lidahku dan menari-nari di dalam mulutnya sambil kadang-kadang mengulum lidahnya. Begitu aku telanjang total, Arin meyuruhku duduk di kursi meeting, sementara dia ambil posisi berdiri dihadapanku sambil pelan-pelan membuka kancing blazernya dengan gaya erotis.

Setelah itu, disingkapnya masing-masing ke samping sehingga muncullah pemandangan yang amat indah. Buah Payudara-nya yang ranum, bulat, dan padat dengan pentilnya yang merah muda itu nampak mencuat menantang, apalagi dengan tubuhnya yang makin basah oleh keringat sehingga kulitnya yang mulus makin berkilat. Belum lagi aku terkagum-kagum melihatnya, Arin langsung duduk dipangkuanku.

Saat itu posisi dia mengangkangkan pahanya bertumpu di pegangan tangan kursiku sehingga posisi buah Payudara-nya tepat persis di mukaku,
“ Udah lama kamu nggak menyantap payudaraku, ayo dong isep Man”, ucap Arin menggodaku.

Kemudian Arin-pun meneruskan melepas blazernya dan menaruh kedua tangannya ke atas senderan kursiku dan menyodorkan Payudara-nya hingga kepalaku terbenam di antara dua bukitnya yang kenyal itu. Torpedo-ku mulai berdiri lagi dengan perlakuannya ini, apalagi aku bebas menghirup aroma tubunya yang bercampur antara parfum dan keringatnya itu. Muncul ideku untuk bermain-main dulu.

Aku menciumi lehernya yang jenjang dan terus ke belakang telinganya. Arin menggeliat kegelian dan membuat hidung dan bibirku menjalar ke ketiaknya yang halus bersih itu, setelah sebelumnya menelusuri lengannya yang lembut. Disitu kuciumi sepuas-puasnya dan kujilat-jilat seputar ketiaknya yang merupakan salah satu kesukaannyaa juga. Kegeliannya membuat kepala Arin menengadah kebelakang sehingga buah Payudara-nya siap dilumat dengan mulutku.

Mulailah aku menjilati dari bawah buah Payudara-nya, terus kesamping dan berlama-lama di seputar putingnya yang makin mengeras, Saat itu Arin tidak sabar lalu mendorong putingnya ke mulutku. Tanpa pikir panjang akupun langsung menyaambut dengan jilatan panjang, gigitan kecil dan hisapan-hisapan lembut di putingnya. Saat itu tubuhnya semakin menggelinjang ketika tanganku mulai beraksi mengusap-usap selangkangannya yang ternyata sudah basah dari tadi.

Kini jariku-pun mulai menyusup ke memek-nya dan kugosok-gosok clitorisnya. Tidak Cuma itu, jari-jariku mulai menerobos masuk ke memek-nya. Dengan paha yang terbuka bebas dengan gerakan maju-mundur yang makin lama makin cepat aku memainkan memek-nya, lalu,
“ Oughhhh… Man, udah Man geli… Aghhhh…. ”, desah Arin.

Saat itu badannya mengejang sembari mendekap erat mukaku di buah Payudara-nya sampai aku sulit bernafas, sementara jariku merasakan hangatnya cairan dari memek-nya. Rupanya Arin baru saja mencapai klimaksnya dengan posisi kedua pahanya yang masih mengangkang dan masing-masing bertumpu pada sandaran tangan kursiku. Tubuhnya lalu kuangkat dari kursi dan kurebahkan di meja bulat di depanku.

Kini dengan posisi tubuh di meja dan kakinya menjuntai ke bawah Arin-pun beristirahat sebentar untuk mengembalikan stamina-nya. Sementara Arin yang sedang menghela nafas, aku sediri kembali di kursi untuk mengangkat kedua kakinya dan melepas sepatu hak tingginya. Kemudian setelah itu aku memposisikan kaki Arin di pangkuanku sembari kupijat dengan lembut dari ujung kaki hingga betisnya.

Saat itu aku memaandang sejenak kakinya yang putih mulus dengan jari-jari kakinya yang rapi dan tanpa kutek itu serta betisnya yang ramping berisi. Arin menikmati sekali pijatanku, bahkan waktu kugantikan tugas tanganku dengan bibirku yang menelusuri seluruh permukaan kulit kakinya,
“ Ssssssss… Aghhhh… geli sayang, Oughhh… ” desahnnya.

Saat itu Arin terlihat pasrah menyerahkan kakinya untuk kuciumi dan kujilati dari mulai tumit, telapak kaki hingga jari-jari kakinya. Selain kumainkan lidahku, tak lupa aku mengkulum satu persatu jari kakinya yang kutahu hal itu adalah kesukaanya. Saat itu aku melihat Arin menikmati sekali permainanku ini. Sampai-sampai posisi kedua kakinya jadi tak beraturan karena menahan geli dan nikmat akibat perlakuanku.

Dengan masih terus kucumbui kakinya, saat itu pahanya mulai terbuka sedikit, sehingga satu tanganku bisa bebas menjamah kemulusan paha dan selangkangannya. Puas dengan kakinya, kulanjutkan ciumanku ke atas menelusuri betisnya yang indah, bagian dalam lutut, dan pahanya. Sempat kukecup-kecup lembut kedua paha dalamnya sambil tanganku terus menjelajah ke memek-nya.

Arin menggelinjang, tapi tanpa sadar malah memajukan duduknya ke pinggir meja dan kedua kakinya dikangkangkan ke masing-masing ujung meja, sehingga selangkangannya makin terbuka lebar membuatku makin bernafsu.Tanpa tunggu lagi, kupindahkan mulutku ke memek-nya yang nampak basah, dan kedua tanganku menjamah buah Payudara-nya di atas. Jilatan-jilatan dan isepan-isepanku di memek inilah yang paling disukai Arin.

Dari menyusuri liang senggamanya, kuarahkan kemudian lidahku ke clitorisnya dan kumainkan dengan ujung lidahku hingga Arin mengerang hebat. Tak cuma itu, clitorisnya tak luput juga dari kuluman bibirku yang semakin liar,
“ Man, lidah kamu dikerasin yah dan jilatnya lebih cepat lagi yah… Oughhh…”, ucap Arin meminta sembari tangannya menekan kepalaku ke arah Memek-nya.

Aku mengerti maksud Arin, dia meminta lidahku dikeraskan agar seolah lidahku seperti Torpedo dan ditarik maju-mundur ke liang memek-nya. Arin meronta-ronta, apalagi ketika clitorisnya kujilat berulang-ulang lalu kujulurkan lebih dalam menembus liang memek-nya bersamaan dengan makin cepatnya gerakan maju-mundur pinngul Arin, dan,
“ Oughhhh… Ssssssss…. Aghhhhhh… ”, desahnya dengan tubuhnya yang melengkung dan mengejang.

Saat itu kepala Arin direbahkan kebelakang dan kedua pahanya dirapatkan sehingga menjepit kepalaku yang masih berada di selangkangannya sambil tangannya terus menekan kencang. Tanpa istirahat lagi, dengan cepat aku berdiri dari kursi lalu mengangkat kedua kakinya tinggi ke atas dan kutumpangkan masing-masing di pundakku, sehingga posisi Torpedo-ku tepat berada di depan liang memek-nya yang persis berada di pinggir meja,

“ Oughhh… Enak sayang, terusin sayang… Aghhhh… ”, teriak Arin begitu Torpedo-ku yang tegak keras bak meriam masuk lurus ke liang memek-nya.
Saat itu juga aku langsung menggerakkan maju-mundur pinggulku yang membuat Arin menjerit-jerit kecil karena menahan geli, setelah mencapai klimaks sebelumnya. Pinggulnya diputar-putarkan mengimbagi gerakan Torpedo-ku yang makin lama makin cepat bergerak maju-mundur. Arin makin pasrah waktu pergelangan kakinya kupegang dan kukangkangkan ke samping sambil terus menggenjot memek-nya.

Baru sebentar Arin tak tahan, dan lebih memilih melingkarkan kakinya ke pinggangku sambil terus menggoyang-goyang pinggulnya. Kesempatan ini kupergunakan dengan merapatkan badanku ke tubuhnya yang indah itu, dan dengan tak henti menggenjot memek-nya, bibir dan tanganku ikut bekerja. Tanganku meremas gundukan Payudara-nya yang ranum, dan bibirku merajalela di wajah dan lehernya.

Torpedo-ku menghujam makin cepat ke liang memek-nya, tidak lupa tanganku menahan kedua tangannya dan bibirku kuturunkan ke putingnya untuk kujilat dan kukulum habis-habisan. Setelah beberapa saat aku dan Arin merasakan tubuh kami mengejang, dan,
“ Oughhh… Crottttttttt…Syurrrrrrr… Crottt… Crotttt…. ”,

Pada akhrinya kamipun orgasme bersamaan. Air mani dan lendir kawin Arin bercampur menjadi satu pada liang senggama Arin. Pasa saat itu ke 2 kaki Ain sangat kencang menghimpit pinggangku, dan tangannya beralih menekan kepalaku ke buah Payudara-nya. Setelah kami mendapatkan klimaks kami, saat itu kami sejenak terdiam untuk menikmati sisa-sisa kenikmatan persetubuhan kami.

Walaupun ruangan itu ber AC, pada asaat itu tubuh kami dipenuhi keringat yang mengucur deras hingga membasahi meja meeting itu. Setelah puas menikmati sisa-sisa persetubihan kami, aku-pun melepaskan kejnatananku dari liang senggama Arin, kemudian aku memandangi tubuh Arin yang indah mulus itu terlentang di atas meja. Nampak wajah Arin yang sensual itu masih tersenyum puas, dan membuatku gemas.

Lalu aku mulai lagi menjelajahi seluruh lekuk liku tubuhnya dengan jilatan-jilatan nakal, Arin cuma bisa menggelinjang pasrah dan dengan manja berkata,
“ Coba aja kamu bisa setiap hari i ke kantorku pasti aku senang sekali Man ”, ucapnya.

Saat itu akupun hanya tersenyum tanpa menjawab. Saat itu karena kami berada dikantor Arin kamipun segera membersihkan diri dengan tisu basah milik Arin, dan kemudian kami memakai pakaian kami kembali. Setelah kami mengenakan pakaian kami, kamipun segera meninggalkan kantor Arin dan sekalia Hangout. Selesai.