Rabu, 06 April 2016

Cerita Sex Sensation of My Campus

Orisex web dewasa yang berisikan "Cerita Sex Sensation of My Campus" cerita sex 2016, cerita nyata, cerita ngentot, cerita mesum, cerita dewasa terbaru dan foto bugil tante bispak abg hot.  

Cerita Sex Mahasiswi, Cerita Dewasa, Cerita Mesum
Cerita Sex Sensation of My Campus - Ist

Cerita Sex Terbaru | Ini ceritaku tahun 1999 kemarin, bulan dan tanggalnya lupa. 'Introduce my self', panggil saja aku Iyan, waktu itu umurku 19 tahun, 179 cm/68 kg, Sunda-Jepang, aku anak band (yang hobby pergi ke cafe/nite club pasti tahu bandku deh..) di kota 'S' (SUPERMAN) sampai sekarang. Makasih yang sudah kerim email buat ceritaku yang pertama (Sensation of Car-Park), I'll try to reply you all.

Nama dan tempat pakai inisial saja yah, jaga privacy. Tapi kalau nama panggilan tetap tidak dirubah kok.

"Let's Taste Another Sensation!"
"Gubrak..! {{{STEREO}}}"
"Auuwww..!"
"Ooopss..! Sorry.. sorry nggak sengaja, kamu nggak pa-pa kan..?" kuambil tas dan buku yang tercecer di pelataran kantor administrasi ST**** (tiitt..! Top Secret laahh), kampusku.Setelah kulihat ke atas, "Buju buneekk..!" di depanku ada cewek cakep banget (kaya 'Allien' deh pokoknya, terlalu banget cakepnya).

Matanya bulat, kecil, sipit (lucu deh pokoknya tuh mata), kulit kuning halus dan body-nya..
woosshh..!
"Kamu nggak pa-pa kan? Sorry nggak sengaja. Iyan," langsung kusebut nama sambil kasih tangan ke dia.
"Diana.." jawab dia singkat tapi cuekin tanganku.
"Ke kantin yuk, waktu makan nih udah siang, pleasee..!"
"Apa..! Kamu kenapa hah..? Udah nubruk, nyerocos sana-sini, terus ngajakin ke kantin? Emang aku mau makan sama kamu?"

Astaga, marah nih doi.

"Aku kan cuma mau tebus salahku, tapi kalo kamunya nggak mau, nggak pa-pa, jangan marah gitu dong.. tahu nggak? Suara kamu tuh bikin jebol telinga!" Aku langsung pergi dari hadapannya sambil komat-kamit nyumpahin tuh cewek.

Sebenarnya sayang juga sih ninggalin cewek 'Allien' seperti dia.
Cerita Sex Sensation of My Campus
Lagi enak-enaknya melumat sendok sama garpu, wee.. sebelah ramai sekali, biasa deh cewek kalau ketemu gank-nya kan gosip terus. Aku lirik ke gank cewek sebelah.
"Shit..!" si 'Allien' ada di situ tuh.

Wuiihh.., waktu dia melihatku, langsung kujulurkan lidah ke arahnya. Dia 'manyun', terus balas melet ke aku. Sialan tuh mata sampai 'kiyer-kiyer' (baru kali ini melet penuh penghayatan sampai segitunya, mana temannya ikutan ketawa lagi). Aku rada cuekin dia sih.., habis tadi disemprot suara geledeknya.

Jam 13.30 aku pergi dari kampus, harus check sound di 'C', salah satu cafe yang terletak di pinggir rawa-rawa, atau apalah (tahu nggak yang ada di kota 'S' cafe apaan tuh..?).

Sempat senyum-senyum juga sih kalau ingat kejadian barusan, tapi kalau suara geledeknya yang cempreng itu jadi sewot juga mengingatnya.


Jam 18.00 (kaya kronologi saja, dari tadi pakai jam terus) aku sudah 'tongkrongin' salah satu bangku kampusku.

"Gila bener malem gini sempet-sempetnya dosen kasih kuliah tambahan, mana sampe jam 20.00 lagi.. huuii males banget, kegiatanku hari ini padet banget." kataku dalam hati mengerutu.

Bel selesai kuliah agak terlambat 5 menit, buru-buru aku lari ke parkiran habis gerah, ingin segera mandi.

"Gubrak..! {{{STEREO}}}" another shit just happen on me today.
"Ya ampuunn..! kamu tuh lari-lari mulu sih dari tadi pagi kaya maling, sekarang mo alesan apa lagi hah..? Bisa keropos aku kamu tubrukin seharian, tahu nggak kamu..? Emang nggak ada kerjaan laen lagi apa selaen nubrukin aku..?"

Gila.., suara geledek yang sempat kukenal tadi siang kedengaran lagi malam ini. Aku tidak merasa kangen sama suara itu, tapi kenapa kedengaran lagi malam ini. Kutubruk dia sekali lagi.. bukan nubruk sih, meluk kayanya (sudah niat kok).

"Sorry sekali lagi. Oh yah kalo kamu tereak-tereak terus, bakalan aku tubrukin terus kamu malem ini, denger nggak kamu?" abis bisikin telinganya, cuek aku langsung pergi.

Dia diam saja meskipun di situ banyak teman-temannya, tapi semua pada diam waktu kupeluk dia tadi.

Dan sialnya (kena karma kali..), setelah sampai di pelataran parkir, ternyata Estilo-ku ngadat habis nih mesinnya. Ugh..! Turun, lalu kutendang ban Estilo sablengku itu. Kulihat keadaan kampus sudah lumayan sepi. Di pelataran parkir hanya ada 7 mobil saja yang parkir.

"Sukuurr..!" kudengar suara cekikikan di belakang yang ternyata si suara geledek.
Cerita Sex 2016 Sensation of My Campus
Lalu dia masuk ke Charade-CX dua baris sebelah kanan Estilo sablengku. Aku lari ke pintu cockpit-nya, jendelanya terbuka (belakangan aku tahu nanti kalau dia jalan bakalan ngeledekin aku lagi). Aku ambil cepat kunci mobilnya sambil kubawa pergi ke mobilku. Sambil lari, si 'Allien' menyusul di belakang, aku tunggu dia sambil duduk di kap mesin mobilku.

Huuiihh.., kelihatan tambah sangar wajahnya.

"Kamu tuh jahat banget sama cewek, aku punya salah apa sama kamu..? Kamu pikir dong, seharian aku yang kamu rugiin..!" kaya dalang nih cewek tidak berhenti nyerocosnya.
"Balikin kunciku..!" bentak si 'Allien' sambil berusaha merebut kuncinya dari genggamanku.

Reflek aku berkelit dan beruntun membuat kepala si 'Allien' jatuh ke dadaku. Waduuhh.., tambah bertumpuk dosaku ke dia.

"Diana..?" sambil kupegang bahu si 'Allien' yang cakep ini,
"Maafin aku yah, hari ini aku bener-bener nggak sengaja tubruk kamu sampe dua kali, tapi kamu juga marah-marahnya keterlaluan banget.. Oke aku terima aku salah, tapi jangan terus-terusan marah dong, apalagi di depan anak kampus gitu, aku kan juga punya malu.. But it's true, aku ngaku kalo hari ini dosaku numpuk ke kamu.. aku bener-bener minta maaf ke kamu." kataku menjelaskan.

Kuangkat wajah Diana ke atas, walah.. dia tetap saja pasang wajah sewot. Kugandeng tangannya ke arah pintu Estilo-ku, kududukkan dia di jok kulit mobilku, lalu aku jongkok di bawahnya.

"Diana, maafin aku yah.." sambil tetap tidak merperhatikan aku, dia buang mukanya.
"Diana, aku nggak bermaksud jahat, aku cuman.. (tidak dapat meneruskan yang mau kuomongkan ke Diana nih). Kamu dari tadi marah mulu yah.. pengen deh liat kamu senyum. Now give me your best smile, pleasee..!"

Kugenggam tangan Diana sambil menyerahkan kunci mobilnya. Setelah kunci berpindah tangan ke Diana,

"Plaakk..! {{{STEREO}}}" gila.., pipiku ditampar si 'Allien'.
"Iyan..! nama kamu Iyan kan..? Diana juga minta maap yah sama kamu.."
"Trus kok tampar aku?"
"Kan tadi minta aku supaya senyum? Nah itu tadi yang bisa bikin aku senyum ke kamu." Diana tersenyum ke arahku, meskipun di pelataran parkir itu gelap, dapat kulihat kok cakepnya nambah pas lagi senyum, apalagi dengan nakalnya dia malah memencet hidungku.
"Gotcha..!" sambil pencet hidungku dia berdiri.
"Maafin Diana juga yah Yan.." sambil dia meninggalkanku yang hanya terbengong.

Udah aahh.., pokoknya malam itu tidak ada apa-apa (nothing special, lha aku sama dia hanya saling maaf-maafan saja).

Paginya waktu parkir mobil di kampus, Charade-CX-nya 'Allien' tidak ada.

"Waduuh.., nggak kuliah nih hari tuh anak," pikirku.
"Hey..! Nggak nubruk lagi, ngelamun aja..!"
Cerita Dewasa Sensation of My Campus
Kaget kudengar suara yang sekarang bikin aku kangen keras kedengaran di belakangku. Setelah kulihat ke belakang, "Ya ampuunn..!" tuh 'Allien' dengan lucunya sambil mengangkat kayu papan yang gedenya lumayan, "Hihihi.."

"Itu papan buat apaan..?"
"Ya kali aja penyakit nubruk kamu kambuh lagi, buat jaga-jaga nih.."
"Hahaha.. bisa aja kamu. Udah doong papannya ditaruh.., ntar dikira lagi ngomong ama tukang kayu.."
"Wee.., tukang kayu nggak ada yang cakep kaya gini nih..!" katanya sambil meletakkan papan, si 'Allien' mendekatiku.
"Hayoo..! Sapa kemaren malem yang miss call?" si 'Allien' pukul lenganku.
"Auuhh..! Sakit Ren..!"
"Eh tahu yah? Belom tidur? Kamu nggak telephone balik sih? Aku miss call kamu gara-gara nggak enak kan kalo telephone malem, ntar kamunya udah tidur.."
"Iya juga sih.. tapi emang ada apa sih Yan mo telephone Diana..?"
"Mau tubruk kamu kali.."
"Huu.., Maunya..!" Bibir si 'Allien' manyun tuh.
"Eh yah CX-nya kok nggak ada?"
"Iya, tadi pagi dipake ama Chie-chie keluar kota, aku cuman numpang berangkat, napa..? Emang mau nganterin apa?"
"Enak aja..! Emang taksi apa nganterin kamu, mo bayar berapa sih sekali anter?"
"Neh bayar.. bayar pake ini nih..!" katanya sambil si 'Allien' ngepalkan tinjunya ke arah aku.
"Aku mau masuk dulu yah, yuk Yan..!"
"Iya ati-ati yah Ren.."
"Hah..? Ati-ati..? Emang ada apaan..? Kelasku kan nggak di luar kota.."
"Yah.., biar deket tapi ntar kalo-kalo ada yang tubruk kamu selaen aku..?"
"Hahaha.. bisa aja kamu Yan, di kampus nih yang punya predikat tukang tubruk tuh cuman kamu tahu..!" katan si 'Allien' sambil meninggalkanku yang masih saja ketawa-ketawa.
Cerita Mesum Sensation of My Campus
Ngobrol sama dia enak juga, dari situ aku mengetahui kalau si 'Allien' tuh ternyata satu angkatan di atasku.

"Huaaaa.." tidak terasa ngantuk juga aku pagi ini mendengar dosen lagi 'in the hoy' sama spidol dan white board-nya sambil menerangkan Bab V Statistika.

Karena merasa ngantuk, aku ijin ke belakang mau cuci muka sekalian cari teh hangat di kantin. Waktu sampai depan kelas si 'Allien' (kalau mau ke toilet pasti melewati kelas si 'Allien' yang ada di depan toilet) dan lagi enak-enaknya melamun, tidak sadar pintu kelas (di sebelah kanan) terbuka. Dengan setengah kaget aku meloncat ke kiri.

"Ya ampun Iyaann..! Bener-bener deh kamu tuh tukang tubruk berijazah, belom abis bekas tubrukan kemaren, sekarang mo tubruk aku lagi..!"
"Huuaa..!" si 'Allien' yang kulamuni sekarang ada di depanku sambil mulai lagi cerewetnya.
"Ngantuk yah Yan..?" si 'Allien' menjewer telingaku.
"Adududuuhh.. sakit tahu..! Iya nih ngantuk banget, kemaren pulang jam dua pagi Ren, ke kantin yuk..!"
"Iya yuk, aku juga lagi males di kelas.." sambil kami berjalan ke kantin.
"Kamu sih ngeluyur sampe jam segitu, rugi kan ama kesehatan kamu.."
"Enak aja dikatain ngeluyur, aku mah kalo jam segitu bukan ngeluyur, tapi kerja."
"Hah..! Jadi kamu.. Ich Yan, kamu kok bisa sih jadi gituan..?" sambil dia minum soda dinginnya.
"Jadi apaan..? Enak aja ngatain gigo.."
"Nah trus kalo tiap malem kerja..? Apa coba namanya..?"
"Aku kalo malem kudu ngeband di cafe Ren.. Iyan pengen mandiri doong bayar kuliah sendiri trus kalo ntar rada siangan kudu kerja di salah satu Production House di sini (kota 'S'), makanya tiap hari bawaannya ngantuk mulu. Kemaren contohnya tuh tubrukin kamu.."
"Ooohh jadi kamu ngeband di cafe, Yan..?" tanyanya.

Ich.., kurang 'dugem' juga nih anak sampai tidak tahu lawan bicaranya calon selebritis (huehehe.. maunya sih).

"Kamu hebat yah Yan, kuliah bisa bayar sendiri, umur segini juga udah kerja, Diana ngiri deh sama kamu. Hihihi kayanya bangga juga ditubruk ama orang hebat kaya kamu.."
"Hebat nubruknya..! Huahaha.. bisa aja kamu, ntar aku nggak tanggung jawab kalo tiap hari tubrukin kamu.."
"Coba kalo berani..? Hayoo sekarang juga!" tantang si 'Allien'.
"Waduh di sini mah lagi rame banyak yang ngeliat, kalo berani ke toilet aja sekarang hayoo..!" kujawab tantangan si 'Allien' yang bikin kuping panas.
"Hah..! Emang kamu mau tubruk apa gebleek..?" jawab si 'Allien' sambil ngucek-ucek rambutku.
"Tubruk ini.." sambil kuletakkan jari telunjukku di bibir Diana.
"Kamu ini kenapa sih Yan..? Berani-beraninya..!" si 'Allien' menghindar waktu jariku menyentuh bibirnya.
"Tangan kamu kan kotor Yaann..!"
"Emang kalo udah cuci tangan aku boleh cium kamu yah..?"
"Huueekk..! Sapa juga yang mau cium kamu gebleekk..! Kalo ntar bibirku jadi memble gimana..?"
"Kita kawin aja sekalian, biar memble kamu nggak perlu kuatir lagi kalo ntar nggak laku.. kan udah punya Iyan, yah kan..?"
"Wee.., sapa juga yang mo kawin ama kamu.. udah aah Yan.. yuk..!"

Tidak ngomong apa-apa lagi, Diana langsung berjalan meninggalkanku yang hanya tersenyum saja melihat dia sewot gitu.
Cerita Ngentot Sensation of My Campus
Sambil membuang keringatnya si 'kecil' (baca: pipis) di toilet karena merasa tenggorokanku agak gatal, aku sampai tersedak batuk kencang sekali.

Huuii..! Lega deh habis pipis jadi enteng banget deh. Sesampainya di luar toilet,

"Yan..! Hihihi, aku tahu kalo kamu batuk kamu kenceng banget, sakit yah..?"

Yiihhaa..! si 'Allien' ada di depan toilet cewek sebelah. Senang sekali deh dapat melihat dia lagi.

"Kamu belom masuk kelas juga Ren..?" tanyaku sambil kudekati dia lagi.

"Kan tadi udah bilang kalo aku lagi males banget Yan.."
"Eh yah Ren, gimana jadi nggak?"
"Jadi apanya?"
"Tangan Iyan udah dicuci nih.."
"Trus..?"
"Aku mo cium kamu," kataku sambil kucoba mendekati bibir Diana.
"Iyan.. hhmmppff..!"
"Hhuuaa..! At last..! Aku bisa cium si 'Allien'." kataku dalam hati.

Sebenarnya Diana kelihatan agak menolak ciumanku, dia pukul-pukul lenganku tapi dia tidak berteriak-teriak atau melepaskan ciumanku.

Tidak berapa lama, dia mulai menjawab ciumanku. Lidah kami saling melumat. Lidahku mengusap rongga mulut atasnya yang bikin kepala si 'Allien' sampai mendongak ke atas (ciuman khas Iyan) sampai megap-megap. Kutarik dia masuk ke dalem toilet cewek yang ada di belakangnya.

Diana sempat menarik tangannya. Agak memaksa, dapat juga kubawa 'Allien' masuk ke dalam toilet cewek (maklum lah, tenaga cowok kan lebih kuat).

"Iyaann..?"

Aku tidak kasih komentar waktu dia panggil namaku, langsung kulumat lagi bibirnya (eh yah kelupaan di dalam toilet cewek nih baunya kan tidak terlalu pesing seperti toilet cowok,semua juga tahu kan kalau toilet cowok sekolahan pasti gitu deh, mulai SMP, betul nggak..?).

Setelah ambil napas sebentar, kutunjuk satu kamar kecil di dalam toilet, Diana geleng-geleng kepala. Hehehe.. bukan nafsu dong kalau aku tidak langsung menarik Diana ke salah satu kamar kecil itu.

Di dalam aku sempat lihat Diana yang hanya melihatku dengan mata kecil sayunya itu. Aku tersenyum ke dia sambil tanganku mengusap pipinya lembut, dan dia malah merem sambil gerakin wajahnya seperti kucing kalau dielus. Kupeluk dan kucium rambut dia kuat-kuat, hmm.. wangi deh.

Dengan sedikit menunduk (tubuhnya 159 cm dan 36B, proporsial dan sexy habis, montok gitu kalau orang yang lagi horny bilang) kembali kucium bibirnya, sekarang dia malah memelukku sambil ngusap-usap rambutku, hhmm.. good tasted. Aku paling suka kalau pas ciuman rambutku dielus-elus, asal jangan dijambak saja.
Cerita Sex Terbaru Sensation of My Campus
Setelah puas kerjain bibir 'Allien', aku turun ke leher jenjangnya itu. Kukecup dan hisap lembut. Sambil tetap mengusap rambutku, Diana mulai respon nih sepertinya, nafasnya mulaiagak kedodoran juga waktu kucium lembut merata leher samping terus ke depan. Tanganku yang dari tadi melingkar di pinggangnya mulai pelan naik melewati semua lekuk pinggang, perut dan berhenti di pangkal lingkar buah dadanya yang masih tertutup kaos kerah ketat warna birunya.

Kumainkan ibu jariku memutari pangkal lingkar bawah payudaranya.

Kurapatkan pelukan tangan kiriku dengan menarik lebih dalam tubuhnya, dan dia merespon sedikit menjauh saat bagian tubuh bawahnya yang tertutup rok hitam sedikit di atas lutut dengan belahan di pinggir kanan kirinya bersentuhan dengan si 'kecil' yang mulai menggeliat lembut dari tidur panjangnya. Cepat kudorong tubuhnya dengan sedikit agak nafsu (emang nafsu kok) sampai menyentuh tembok kamar toilet yang ada di belakangnya.


"Ooohh..!" Yah, hanya satu desahan itu saja yang Diana keluarkan saat tangan kananku mulai menyentuh lingkar indah di dadanya itu.
"So big to lick..!" kataku pelan.

(Huehehe.., pembaca mau nggak licking payudaranya Diana..? Langkahin dulu mayat dosen Statistikaku, baru kubayar pakai 'toket'-nya Diana.)

"What The..!! Apa-apaan nih?" tangan si 'Allien' tidak tahu bagaimana mulanya sudah ada di depan celanaku menangkap si 'kecil' yang karena pegangannya berubah jadi si 'bandot'.
"Diana..?"
"Hmm..? Kenapa? Surprisee..! Kamu kudu tanggung jawab Yan..!"

Hualaahh.. tidak disangka kalimat itu keluar dari bibir Diana sambil dia mulai membuka zipper celanaku. Setelah si 'kecil' lolos dari dalamku, Diana merosot ke bawah sejajar dengan si 'bandot'-ku.

"Huaa..! Kaya Power Rangers yah Yan..? Hihihi.. lucu, gagah.." Astaga Diana, si 'bandot' bonggolku disamakan dengan Power Rangers, what a girl.. untung saja tidak dikatakan Tele Tubbies bersaudara, bisa-bisa ditaruh di lemari hiasnya dong.
"Hallo.. nama Chie-chie Diana, kamu namanya sapa..?" baru kali ini kemaluan diajak bercanda seperti Pokemon.

Belum menjawab candaan si Diana, si 'Power Rangers'-ku sudah hilang dimakan sama salah satu monsternya si 'Astronema' (musuh Power Rangers), yah si Diana ini.

"Huugghh..! Dianae..!" kaget aku berteriak kecil merasakan sentuhan lidah Diana.

Lidahnya tidak mau diam, terus menjilati kemaluanku, dan sekali-kali dihisapnya lembut, maju-mundur sambil tangannya mengurut sisa bonggol si 'bandot'. Huaa.. pokoknya ampuun deh, lembut sekali. Dengan lembut lidahnya membatasi geliat dari si 'bandot'. Dengan lembut pula dia mulai menurunkan celanaku lebih ke bawah (gila celana di bawah lantai toilet kan kotor, nyuci deh nanti) sambil mulai mengelus testisnya.

Kepala Diana miring sedikit ke kanan dengan mata melihat ke atas ke arahku yang lagi menunjukkan senyum yang paling horny (pernah tahu nggak senyuman model gini?). Terasa ngilu di seluruh kemaluanku. Aahh.., apalagi waktu lidah Diana mengusap ujung bawah si 'kecil'-ku, seperti jutaan sengatan listrik lemah mulai merayapi seluruh persendian urat-urat nadi di tubuhku, berpusat di daerah bertuliskan 'Awas Anjing Galak!' (baca: kejantananku).

Meski tidak sepenuhnya masuk, tapi Diana terus saja memasukkan semua dan berusaha untuk menelannya lambat-lambat sambil lidahnya tidak pernah berhenti menjilati seluruh bagian kejantananku, ditambah lagi pijatan lembut tangannya di bawah testisku.

Waktu itu wajah Diana sangat bernafsu, matanya dipejamkan, sedikit peluh keluar dari dahi menuju ke pipinya. Bibirnya yang tipis berusaha selalu meresapi pelan-pelan tiap kali penisku masuk lebih dalam, dan dia akan menghisap kuat saat dia mengeluarkannya lagi, seperti tidak mau melepaskan si 'kecil,' benar-benar bikin cowok gila nih cewek.

"Aaagghh Dianae..! Udah Diana! Udah! Iyan mo sampe Reenn!" ampun deh, aku paling tidak kuat menahan kalau kemaluanku diserang terus-terusan sama blow job seorang cewek.
"Diana! Udah Reen! Lepasin! Jijik Ren! Udah! Aaahh..!"

Denyut dengan kejutan-kejutan statis terasa mulai menerpa semua jalan darahku, mulai dari urat saraf kemaluanku menuju seluruh cabang otak di dalam setiap tubuhku (aku cocok tidak jadi guru Biologi? Hihihi). Bersamaan dengan itu tubuhku pun menegang.

"Aagghh..! Dianae..! Aku dapat Reen.. Aaahhgg..!" Sekitar 6-7 kali kedutan diikuti cairan segar kejantananku membanjiri mulut kecil si Diana ini tanpa dapat kulepas dari jepitan mulut dan tangan nakal si Diana.

Dia tidak mau melepaskan si 'kecil' dan testisku dari serbuan bibir sexy-nya, seperti dibetot oleh vacum cleaner deh hisapannya tidak habis-habis, dan lucunya sempat juga terdengar gelegak tenggorokan Diana.
Cerita Hot Sex Sensation of My Campus
"Waduuhh.. bener-bener nih cewek.. ditelen abis..!" kataku dalam hati.
"Haahh.. Hhh.." nafasku waktu itu benar-benar tidak karuan deh.

Si Diana malah senyum-senyum nih ke arahku sambil berdiri,

"Gimana Iyan sayang..? Good tasted..?"
"God bless my little brother," sambil kuangkat kepala Diana yang senyum setelah ucapanku tadi.
"Your turn my little fella.." setelah cium bibirnya, (huueekk sisa sperma) aku merosot ke bawah masuk ke dalam rok hitam Diana (hih kaya Barongsai yah?).

Aku mulai mencium dari betis indah Diana dan menjilatinya bergantian kanan dan kiri.

Tanganku? Tanganku tentu tidak hanya diam saja, melainkan meraba paha Diana. Ciuman dan jilatan itu mulai naik ke paha dalam, terus sampai ke pangkal paha. Kusentuh lembut celana dalamnya yang berwarna maroon (walaah tidak matching banget sama kaos birunya), kuusap dan gosok pelan bagian bawah lembah indah itu. Terangkat-angkat pinggang Diana diikuti rintih dan desis manjanya. Terasa basah dan lengket vaginanya meski hanya dari luar.

Pangkal pahanya kuraba dan kuusap sambil lidahku mulai menjilat dan mencium kain penutup pusatnya itu. Nafas yang tersedak dan gelinjang badan Diana tidak dapat membendungku untuk berhenti memperlakukan kewanitaanya seperti itu.

"Hggh..! Haahh.. Ssshh..!" Kupegang celana dalamnya dan pelan kuloloskan ke bawah, kutarik tubuhnya dan lepas sudah penutup terakhir yang ada pada kewanitaan Diana.
"What The..? Dianaaaa..?" Benar-benar tidak dapat disangka deh kelakuan Diana, bagaimana tidak heran campur tertawa kalau kalian semua punya kesempatan melihat sosok kewanitaan Diana.

Bayangkan saja, di sebelah kanan agak ke atas tepat sederetan dangan bulu-bulu pubic-nya yang tipis teratur terjaga rapih itu ada tatto yang benar-benar dapat membuat kita tertawa deh. Tatto-nya itu sebuah rambu larangan seperti 'No Smoking', tapi gambar cigarette-nya tuh diganti dengan tulisan 'BOYS.' Hueheheh.. terserah percaya apa tidak? Ini benar-benar surprise sekali buatku.

"Surprise is surprise like I said, right my fella..?" Aku hanya tersenyum saja melihat gaya si Diana yang goyang dangdut sambil tolak pinggang mengarahkan kemaluannya lebih dalam ke mulutku.

Kubelai bulu-bulu tipis dan halus yang menutupi daerah paling terjaga kepribadiannya itu.

Kewanitaan itu keliatan sudah sangat basah dan terasa berdenyut-denyut. Saat kucoba sentuh, tubuh Diana langsung terangkat tertahan. Kusentuh lagi dan kugesekkan jariku pelan melewati belahan kemaluan indah itu. Erangan kecil mengiringi gerak tubuh Diana.

Kubuka lebar-lebar paha Diana, kuberikan bahuku sebagai tumpuan kakinya agar dapat lebih leluasa aku menatap liang kewanitaannya. Kudekatkan kepalaku ke liang senggamanya. Tidak ada bau yang tidak enak sama sekali. Kujulurkan lidahku mengusap pelan dan lembut dari atas pubic hairnya menuju ke bawah. Kumasukkan lidahku sedalam-dalamnya ke dalam lubang kenikmatannya. Bau kewanitaannya semakin kuat tercium. Vaginanya benar-benar cepat sekali basah.
Cerita Mesum Terbaru Sensation of My Campus
Tiba-tiba Diana menjambak rambutku dengan kuat, dan menggerakkan kepalaku naik turun di permukaan liang senggamanya dengan cepat dan agak sedikit kasar (nafsu kali dia yah?). Lalu dia menegang. Dengan jariku, secara terus menerus klitorisnya kusentuh, pelintir, lalu kugosok. Mulutku pun langsung menghisap liang kewanitaannya, sehingga suara yang dikeluarkan kali ini agak kuat diiringi dengan badannya yang terangkat kejang.

Basah deh jariku waktu itu, aku belum sadar juga kalau si Diana ini mau 'nge-blow' (istilah orgasme Iyan).

"Iyaann..! Ouuggffhh..! Diana dapet Yan.. Diana dapeett.. Hggffhh..!" Tidak tahu kenapa, aku sangat bernafsu ingin merasakan lendir kewanitaan Diana.
"Hmm sedap juga.." kuhisap vaginanya.

Diana hanya merintih manja sambil meliukkan tubuhnya. Aku tidak dapat berpikir, cepat sekali cewek ini jadi basah seperti ini. Diana malah makin merapatkan kepalaku ke arah vagina basahnya yang lagi berdenyut dan berkontraksi hebat sekali.

Sambil terus memberikan kecupan demi kecupan, hisapan demi hisapan yang lembut, aku tidak mau moment yang dia dapat hilang cepat begitu saja. Bibir kemaluannya kujilat, kujulurkan lidah dan menusuk ke dalam lubangnya, mengusap habis labia minoranya. Mulutku basah oleh lendir kenikmatan dari dalam liang kewanitaannya. Aku berhenti, dan dengan kain roknya, kuusap mulutku yang basah karena cairan kewanitaannya (hihi.. rasain kamu biar impas, nyuci.. nyuci juga deh kamu Ren).

Beberapa saat dia kembali menekan kepalaku di antara pangkal pahanya yang tegang disertai sedikit pinggulnya yang terangkat. Kemudian terasa mengendur pegangan tangannya di kepalaku.

Diangkatnya wajahku, walalah.. senyuman.., dia melas sekali. Kewanitaan nikmat itu kubelai, kucium labianya sambil menyibakkan lebih lebar lagi dan klitorisnya, kukulum dengan lidahku, kugigit-gigit kecil dengan lembut. Lidahku masuk lagi ke dalam liang nikmatnya yang basah itu. Diana tersentak lemah saat lidahku masuk ke dalam liang nikmatnya itu.

"Yaann.. udah Yaan, Diana nggak kuat lagii Yaan..!" desahnya.

Aku terus mencium kemaluannya dengan lembut. Terangkat punggungnya meski dengan lemah menahan kenikmatan. Dia mendesis pelan sambil menggeliat manja. Hal ini malah membuat Diana semakin mengerang. Aku mulai mempercepat jilatanku, klitorisnya kuhisap, kujilat semauku.

Kurasa ada cairan yang keluar dari kemaluannya lagi. Karena ingin memuaskan Diana yang mulai panas lagi, lidahku kembali menuju kewanitaannya. Kuhisap seluruh cairan tersebut dan menelannya.

Kusibakkan vaginanya yang telah basah itu. Kujulurkan lidahku sambil memilin clitorisnya. Diana hanya mendesah. Liang kewanitaan Diana semakin memerah. Aku jadi semakin terangsang ketika kembali merasakan cairan berwarna putih keluar lagi dari lubang vaginanya.

"Diana is back..!" pikirku.

Dengan mata sayu terpejam, mulut setengah menganga, tangan mengangkat rok hitamnya dan satunya memegangi kepalaku, sambil paha terkangkang lebar di bahuku memberikan kemaluannya yang terkuak bebas untukku.

"Yaan..?" Diana merunduk langsung menyambar bibirku. Walalah.. tidak romantis banget, kalian dapat bayangkan tidak, melakukan French Kiss sambil jongkok (huahahaha). Tanganku dipegang lembut oleh Diana dan,
"Huuaa..!" mulai kapan Diana jadi telanjang dada.

Kuangkat tubuh Diana berdiri sejajar denganku. Kulumat lidah dan bibirnya. Ciuman kali ini terasa lain, lebih panas dari yang kami lakukan sebelumnya, karena tanganku mulai mengusap lembut payudara indah, mulus, besar dan mantap cengkramannya secara intens dan lembut dari bawah ke atas menuju putingnya yang tegak menantang kemerahan itu yang berakhir dalam pilinan ibu jari dan jari telunjukku.
Cerita Lucah Sensation of My Campus
Desah nafas yang sama-sama lagi kedodoran mulai saling bersahutan. Mulai kucium turun mengusap dagu ke leher. Kukecup mesra dada atasnya sambil meninggalkan noda merah di sekitar dada bagian atasnya.

"Sluurrpp..!" kutelusuri puting indah sebelah kiri menantang milik Diana.
"Hhhmm..," rintih Diana yang manja mulai ada saat ku-explore putingnya sambil menjambak rambutku agak kasar.

Aku berusaha menelan puting Diana, tapi anehnya puting itu sepertinya lemah, tapi kok tidak bisa lepas yak? (Huehehe), nah habis gemes banget sama lancip putingnya nih. Kuhisap mulai dari hisapan lemah dan condong agak kencang juga. Mulut yang sexy sekali itu hanya megap-megap saja tuh. Cium lagi deh bibir Diana yang lagi nganggur, dan ini membuat dia kaget juga atas serangan dadakanku ini. Dan belum sempat dia meresapi ciumanku langsung kuganti lehernya sebagai sasaran jilatanku, tidak lama juga langsung kuhisap kembali payudaranya terutama puting sebelah kanannya yang tadi sempat kucuekin.


"Gila kamu.. gila kamu Yaann..!" Diana mengejekku gara-gara serangan beruntunku yang tidak dapat dia duga kemana arahnya.

Setelah puas dengan puting kanannya yang semakin merah dan basah akibat Tumis (jilaT, kulUM,ISep), aku turun menjilati perut mulus Diana dan berhenti untuk menggelitik pusar Diana yang membuat dia semakin tidak dapat mengontrol liukan perutnya. Huaa.. nih anak sempat-sempatnya melakukan striptease.

Tanganku menggapai-gapai buah dadanya dengan lincah, kuremas dan kupilin putingnya. Diana membelai rambutku dan dipegangnya erat pundakku. Menjilat, mengigigit-gigit kecil, menghisap serta memutar-mutarkan lidah dan berusaha memasukkan ke liang pusar Diana (hihi aneh juga nih cewek, sensitive area kok di pusar).

Sambil agak miring berdiri bersandarkan bak mandi toilet, mulai kembali kutelusuri silhoutte tubuhnya menuju ke daerah kewanitaannya lagi.

"Hai kangen nggak sama Abang..?" kubalas candaan Diana di kemaluannya, Diana pun hanya tersenyum kecut.

Dengan berpegangan di bak mandi, tubuhnya bergemetar dan tersentak-sentak setiap lidahkukembali merangsang bagian paling peka di vaginanya. Dengan kasar vaginanya disorongkan ke depan untuk memaksa lidahku masuk lebih dalam ke dalam liangnya. Mendadak dia melintir, bergeliat-geliat oleh jilatanku di klitorisnya yang begitu menggelitik seluruh sendi urat kenikmatan yang begitu membuatnya penasaran.

Sekitar 3 menit, tiba-tiba cewek ini mulai bergerak gelisah. Pahanya mengangkang semakin lebar dan dinaikkan ke bahuku lagi sebagai tumpuannya. Tanganku cepat menangkap buah dadanya, lalu memeras lebih keras serta menghisap klitorisnya dengan gerakan cepat.
Cerita Dewasa Tertbaru Sensation of My Campus
Tiba-tiba saja, ada suara langkah kaki menyelonong masuk ke dalam ruang toilet. Refleks Diana langsung membetot kepalaku jauh dari kemaluannya. Cepat kukulum lagi liang vaginanya sambil tanganku kembali meremas agak kasar payudaranya. Kulihat ke atas kepala Diana geleng ke kanan ke kiri sambil kedua tangannya berusaha menolak kepalaku.

Kedengaran tuh manusia masuk ke kamar toilet sebelah, dan sepertinya kedengaran juga suara kain yang dibuka, dan tidak seberapa lama, "Sialaann..!" umpatku dalam hati.

"Sssrr.. sshh..! {{{STEREO}}}"
"Nih orang pipis nggak tanggung-tanggung, kaya bendungan ambrol.. kenceng banget walalahh mulai kemaren ga pipis apa? Tuh suara ampe segitunya." umpatku lagi.

Sialnya, bersamaan dengan itu tubuh Diana mengejang.

"Aaagghh..!"
"Waduh nih anak pas 'nge-blow'.." batinku.

Segera aku cepat berpikir bagaimana caranya manusia di sebelah tidak bikin geger kalau tahu ada orang yang lagi 'ngejen' juga di sebelahnya. Cepat kuhisap keras kewanitaan Diana, kuhirup semua cairan kewanitaannya yang lagi berdenyut ambrol juga. Setelah kuhirup dan hisap sejenak kutahan hisapanku, dan kusembur dan tiup kencang-kencang.

"Brrtt..! Ddrrgghh..! {{{STEREO}}}" begitu sepertinya suara akibat semburan hisapanku pada kemaluan Diana.

Berulangkali kuulang style itu pada vaginanya. Hehehe.. kedengaran kompak sekali dengan rintihan dan erangan Diana yang dilanda badai kenikmatan untuk kesekian kalinya.

"Hgghh.. Pppff.. Puuff.. Aagghh..!" desahnya.
"Brrtt..! Ddrrgghh.. Jjjrrgg..!" bunyi dari hasil rekayasaku di kemaluan Diana.

Nada kontras itu terdengar bersahutan selama puluhan hitungan dalam detik.

Pembaca bisa tahu tidak maksudku membuat moment seperti itu tadi? Yah benar, kubuat sedemikian mungkin agar manusia di sebelah mengira kalau kamar di sebelahnya lagi ada orang buang hajat. Lima menit kemudian, setelah saling berpelukan dengan Diana, akhirnya pergi juga orang itu dari toilet sebelah.

Kupeluk Diana yang sedikit gontai, kukecup lembut keningnya.

"Welcome to my sensation world." kataku.Diana hanya tersenyum kecil sambil menyandarkan kepalanya ke dadaku dan tangannya memegan si 'bandot' yang masih saja menuntut apa yang belum dia dapat.

"Sabar yah kecil, ntar jatahnya bakalan dapet deh.." katanya lucu.

Dengan tangan kirinya Diana mendekap leherku erat sekali sambil mengecup dadaku manja, kadang juga dia meraih rambutku.

"Nakaall..! Tapi Diana suka ama kamu.. bikin ati tegang aja kamu Yan sampe dapet double (multiple orgasm) barusan."
"Diana jadi suka kamu Yaan.." dikecup lembut bibirku.
"Kamu ntar yah jatahnya, chie-chie capek banget nih.." sempat-sempatnya si 'kecil' dibecandain lagi.

Kubuat respon otot kemaluan si 'kecil' mengangguk-angguk untuk jawab candaan dan pegangan Diana,

"Ok.. Ok..!" teriak si 'kecil' sama Boss-nya.

Habis memakai baju, sempat kami kissing sebentar sambil bilang sayang. Diana keluar dari kamar dan toilet.. wee.. kaya security dia kasih kode ke aku kalau keadaan aman buat keluar dari 'losmen neraka' (baca: toilet cewek) ini.

"Yan.. aku entar sore ada kuliah tambahan, tungguin yah..!"
"Iyaa tuan putrii..," sambil kupeluk dan kecup kening Diana.
"Hhhuu..! {{{STEREO}}}" walalah.. ada teman yang meledek waktu aku peluk dan cium mesra ke Diana.

Soalnya dekat dari toilet itu ada markas anak-anak HIMAPALA. Wee sialan, untung saja mereka tidak sempat merekam kejadian di toilet tadi pakai handycam kebangaan mereka (gimana teman-teman HIMAPALA ST*** yang punya Handycam? Tahu siapa aku..? Hehehe..).

Menunggu Diana lumayan lama juga, apalagi sudah jam setengah lima. Akhirnya pintu kelasnya terbuka juga. Walalah.. dasar dosen. Pergi duluan meninggalkan mahasiswanya. Anehnya, waktu semua pada keluar, aku tidak melihat hidung Diana keluar dari kelas, apalagi 'toket' indahnya.
Cerita sex, cerita ngentot, cerita mesum
"Yaan..! Nama kamu Iyan kan? Diana sakit tuh, dia masih di dalem kelas, pusing katanya.

Emang abis kamu apain sih tadi? Kamu tubrukin lagi kaya kemaren?" ada teman Diana yang ngomong sambil gebukin aku pakai buku tebelnya dia.

"Wee.. enak aja.. lagian tuh buku kalo udah nggak kepake, jual kiloan aja daripada buat gebukin orang..
"Emang bener Diana sakit yah?" sambungku.
"Iya tuh.. eh yah kamu udah kenalan sama dia yah.. waah cepet banget kamu.. Diana tadi pesen ama aku kalo dia minta kamu nemuin dia sekarang. Gila kamu Yan cepet banget. Eh yah namaku Lisbeth.."
"Cepet apaan? Apa yang cepet banget?" heran juga aku dengan omongannya, tapi nih cewek boleh juga, lebih tinggi dari Diana, langsing, putih, mulus juga, wajahnya manis sekali, rambut sedikit ikal, hmm.. payudara 34 (tidak tahu cup-nya).
"Lis, kamu mau juga nggak?"
"Mau apaan sih?" Lisbeth mencoba mengejar maksud pertanyaanku.
"Ditubruk ama Iyan.."
"Sapii.. dasar tukang tubruk..!" sambil pukulin buku tebelnya lebih kencang ke pantatku.
"Hee.. pukulnya kok belakang sih?"
"Emang kamu mau aku pukul yang depan.. hihi..?" gila nih cewek agak bikin aku terangsang juga.
"Udah ah.. aku ke Diana dulu deh.. kamu pulang sana udah malem tuh, diperkosa orang tahu rasa entar..!" jawabku sambil pergi masuk kelas.
"Ooo arek nggak genah (anak tidak waras: dalam basa Jawa), Nggapleki (salah satu dirty words di kotaku)..!" maki Lisbeth.

Di dalam kelas, Diana kelihatan pucat sekali wajahnya.

"Kenapa..?" tanyaku sambil mengelus rambut Diana.
"Ngak pa-pa, cape aja. Kamu sih bikin aku kaya gini.. nggak bisa jalan jadinya.."
"Pulang yuk..? Kalo capek kugendong yah sampe parkiran.."
"Hihi.. kamu gilanya bener-bener deh. Malu dong Yan..?"
"Nggak pa-pa, biar semua tahu kalo kamu tuh punyaku.."
"Emang kalo kamu gendong aku mereka semua bisa tahu kalo aku sayang sama kamu..?" tanya Diana.
"Iya kali. Kita ke HIMAPALA yah..? Kamu istirahat bentaran di sana, trus entar pulang.."
"Maluu Yaan.. Diana malu.. Aaahh Iyaann..!" langsung kuangkat badannya.
"Ssstt.., nggak usah teriak dong.. deket kuping lagi.." sambil ku bawa badan Diana.
"Yaan..?"
"Hmm..? Hmmppfgfgf.." astaga, nih anak walau digendong bisa sambil ciuman juga.

Aku dudukin Diana ke meja dosen (sorry Pak dosen..) sambil tetep ngelakuin French Kiss.

Lidah dia udah langsung nyelonong masuk ke mulutku. Hmm.. feel so good, Diana cium aku lembut banget ga ada napsu cuman sayang aja dari dia.Braakk!!{{{{{STEREO}}}}"Ya ampuunn!! kalian.. kkhh.. kkaalliiaan??"Huaa pintu kelas kebukaa.. aku ama Diana jelalatan deh kaget banget tapi wee.. pelukan Diana tetep nangkring di leher. Abiis.. dia tahu sapa yang di pintu, dia malah nyandarin kepalanya ke dadaku.

"Lisbeeth!! ngapain masuukk euuyy??" sewot juga liatin si Lisbeth cengar-cengir di pintu."Udah diem kamu! stoop doong ketawanya!" sambil aku gendong Diana ke markas anak HIMAPALA (lumayan deket kok markasnya cuman di belakang kelas aja).Habis melihat Diana yang langsung ketiduran dalam pelukanku di lantai markas anak HIMA, aku merebahkan tubuhnya, kupakai tasku buat bantalan kepalanya.

Setelah pesan titip jagain Diana ke anak yang piket, aku pamit mau beli soft drink. Untung saja yang piket kebetulan cewek.

"Ida aku titip cewekku yah.. aku ada di kantin, laper nih.."
"Enak aja emang di sini tempat parkir motor apa heh..?"
"Iya aku tahu kok, sorrie deh.. dia sakit tuh tidurin sejam aja, ntar aku bangunin kalo pulang.. kasian kan..? Eh yah kalo ada cowok mo masuk larang aja yah.. pleasee?"
"Iya.. iya udah sana!" usir Ida sambil terusin baca comicnya.Aku lari balik ke kelas untuk ngambil tas dan buku Diana yang ketinggalan.
"Wee.. kamu masih di sini..? Belom pulang juga..?"
"Males Yan.." jawab Lisbeth, agak kaget juga kumasuk lagi ke kelas.
"Nih.. mo ambil tas Diana. Apaan sih liat-liat..?"
"Nggak kok.. cuman.. eh.. nggak jadi deh Yan.." what's wrong with her? si Lisbeth neh napa juga jadi gagu kaya gini?"Yah udah deh Lis.. aku nungguin Diana di HIMA yah.. yuk"
"Yan.." duuhh neh anak ngerepotin aja bikin brenti pas mo keluar pintu.Lisbeth bangun dari meja dosen yang dia duduki.
"Ada apa sih..?"
"Aku.. aakku.. udah tahu semua Yan.."
"Tahu apaan..?"
"Itu.. Yan.."
"Itu-itu apaan sih..?" duh bikin bingung juga nih cewek.
"Yan, aku ama Diana udah temenan mulai SMA. Kita berdua selalu cerita yang kami rasain. Diana tadi di kelas nggak konsentrasi Yan.. dia cerita ke aku kalo.. kalo.. hhmm.. kalo.. kalo dia kebayang terus ama.. ama.. duuhh jadi nggak enak nih ngomongnya ke kamu.."
"Apaan sih?" sedikit kubentak Lisbeth yang tidak jelas maunya.
"Power Rangers.. iya Power Rangers kamu tuh Yan yang dibayangin ama Diana terus.. dia bilang kalo nggak bisa ngelupain Power Rangers kamu.."
"JGEERR..! {{{STEREO}}}" seperti disambar truck container muatan sapi mendengar si Lisbeth bicara barusan.
"Hah..? Jadii.. jadi Diana cerita ke kamu..?"
"Kan udah dibilangin tadi, kalo kita tuh temenan dekat banget Yan.. Kita bedua nggak ada rahasia-rahasiaan lagi Yan. Iya, yang di toilet tadi dia juga cerita ke aku waktu ada kelas tadi," jelasnya.
"Waduuh.. si sapi (Lisbeth) nih ngejelasin sampe sedetail-detailnya." batinku.
"Yaann.. terus terang tadi waktu Diana cerita sempet bikin aku keringetan juga Yan.."
"Yaann.. Lis.. Lisbeth juga pengen dapet dari kamu Yaann..!" Lisbeth lari mendekatiku, dan langsung memelukku.
"Lisbeth.. Lisbeth juga suka sama Iyan.. Aku juga pengen dapetin dari kamu.. Lisbeth juga pengen.. Power Rangers kamu..!"
"Hgghh..! Damn..!" habis ngomong Lisbeth langsung menangkap si 'kecil'.
"Lis.. hHPpghgghg..!" tidak tahu kenapa, aku jadi merespon bibirnya yang mulai melumat mulutku.


Kuladeni mulai bibir kami bersentuhan sampai akhirnya si Lisbeth melumat lidahku dengan lidahnya di dalam mulutku. Tidak hanya berhenti di situ saja, tangannya dengan aktif malah mengusap lembut si 'kecil' yang langsung menggeliat berubah jadi monster 'bandot'. Dorongan

Lisbeth yang semakin agresif membuatku sampai menyentuh ke white board, didorongnya aku sambil mulai menurunkan zipper-ku ke bawah, dan mengeluarkan si 'bandot' dari celana dalamku.

Tidak tahu kenapa, kelakuannya yang agresif ini membuatku menjadi cepat terangsang, dan gilanya ciumannya kini turun ke leherku, lidahnya menyapu semua bagian leher samping dan depanku. Tangan kirinya lembut mengusap dadaku, dan tidak berapa lama bajuku sudah tidak terkait kancing lagi. Dengan cepat jilatan lidahnya beralih membasahi putingku.

"Gggffgh..! Kamu sangar Lis.. terusin Lis.. Iyan punya kamu.. ambil semua Lis..!" desahku lucu juga yah..?
"Wee.. apaan nih..?" Lisbeth memegang tanganku langsung ditujukan ke dalam roknya.
"Vaginanya.. walalahh.."
"CD kamu mana..?" Gila, aku langsung dapat merasakan vaginanya di tanganku. Kuusap pelan klitorisnya, desahannya membuatku sangat nafsu.
"Iya.. iya di situ Yan.. kencengin lagi Yan.. aah..! CD-ku buat kamu Yan.. aagghh.. vaginaku buat kamu.. aahh.. perkosa aku Yan.. hhgg..!" desahnya tidak karuan.
"Duh, nih anak ribut banget..!" batinku.

Kusambar bibir Lisbeth, kukulum sambil kuputar badan kami berdua. Kurebahkan dia di meja dosen (benar-benar dosa nih sama dosen), kusingkap roknya, dan ternyata..

"Kalian nih bener-bener kompakan yah..? Tatto kalian berdua bikin aku nafsu.." Kelakuannya kompak sekali, sampai ke tatto-tatto-nya. Mereka berdua nih memang benar-benar deh.

Lidahku langsung menyapu ke dalam kewanitaan Lisbeth sambil kusibakkan melebar labianya (dosa deh buat semua cowok yang hobbynya bikin kendor labia cewek, merusak vagina saja.. bikin tambah 'melar'. Hehehe). Kujilati vaginanya habis-habisan, ku-explore dengan menghisap klitotisnya.

"Yaann.. aku dapet.. Lis dapet Yaann, terus iseepp kenceng lagi Yan..!"
"Aaahh.. hhmmpp.. hhgg.." vaginanya bergetar, berdenyut, dan keluar juga cairan kenikmatanya.
Cerita sex, cerita ngentot, cerita mesum
Jebol pertahanan tubuh Lisbeth oleh orgasme pertamanya. Kuhisap habis semua lendir yang keluar dari vaginanya yang terus berdenyut, dan juga kelakuannya lebih over daripada Diana cewekku.

Tangan dia sampai memukul-mukul meja.

"Waduh nih kalo ada orang di luar curiga gimana juga.."? batinku.

Waktu kulihat ke atas, duhh.. ternyata itu baju sudah kesingkap kelihatan payudara yang sudah menjulang tinggi putingnya. Kutangkap tangannya, kuletakkan ke rambutku, dan langsung kuciumi payudara dan puting merah jambunya. Tangan kiriku merambat naik ke arah payudaranya, kutambah kenikmatan Lisbeth dengan remasan dan jilatanku secara merata di payudaranya.

Aku juga tidak hanya membiarkan vaginanya menganggur. Kugesekkan kejantananku mengikuti belahan vaginanya yang masih berdenyut-denyut seperti menghisap penisku biar cepat memasukkan vaginanya. Nafas Lisbeth tidak karuan lagi waktu kumulai memasukkan pelan kepala penisku ke dalam kewanitaannya.

"Iyan masukin yah..?" sambil mulai kuturunkan pinggulnya mengikuti meja dosen yang innocent banget.
"Deeper please Yaan.. aku udah pengen Yan.. ghh..!"

Waktu mulai kumasukkan kepala 'bandot'-ku lebih dalam lagi, tiba-tiba saja sebuah tangan kecil halus menahan si 'bandot' masuk lebih dalam lagi, dan saat kubangun dari kuluman puting dan payudara Lisbeth, "Dianae..!" terkejut sekali aku melihat mata Diana yang persis preman terminal yang mau 'palakin' duit anak-anak bau kencur (hehe.. abis itu mata sangar banget).

"Ini sekarang udah jadi punya Diana.. nggak ada yang boleh ngerasain sebelom Diana.. itu juga termasuk kamu Chie (Diana panggil Lisbeth.. Chie-chie)..!"

Aku bingung juga, nih anak mau 'ngelabrak' apa mau ikutan sih, habis omongannya meragukan sekali.

"Iyan ini yang buat kamu tinggalin aku sendiri di HIMA yah..? Udah dapet yang lain..?"
"PLAAkk..! {{{STEREO}}}" Waduh nih pipi jadi sasaran tamparan Xena 'The Princess Warrior'.
"Chie tega kamu Chie..!"

Pikiranku waktu itu harus berputar cepat untuk mengatasi masalah ini. Langsung kudorong Diana duduk di kursi dosen, kusingkapkan rok hitamnya.

"Hah..? Apa-apaan nih..?" batinku heran juga.

Vagina Diana juga sudah tidak ada celana dalamnya, dan juga sudah basah sekali.

"Diana..?" sempat heran juga ketika kutanya soal vaginanya.
"Itu punya kamu sayang.. udah aku siapin, dari tadi aku udah di dalem kelas ngeliat kalian bedua. Hihihi, aku ama Chie udah janjian kerjain kamu, kita bedua dari dulu udah punya commit sayaang.. satu kudu buat bedua.."

Heboh juga aku kalau tahu mereka berdua seperti ini. Aneh sekali perjanjian seperti itu.

"Dari tadi aku udah masturbasi di belakang kamu Yan, Chie aja udah tahu aku, kamu aja yang keastikkan dapet barang baru sampe cuekkin keadaan.." kata Diana sambil tersenyum mengejek.

Mereka berdua hanya tersenyum saja melihatku yang lagi tertegun tidak tahu mau marah, senang, excited atau apalah namanya melihat dua cewek yang sama sifatnya, sama tatto-nya (hehehe), dan mereka juga sama-sama jadi fans-nya 'Power Rangers'-ku.

"Iyan sayang, kamu ambil aja yang jadi punya kamu sayang.." kata Diana sambil meraih tanganku dan mengusap-usap vaginanya yang sudah becek sekali.

Tangannya meraih penisku dan disiapkannya untuk penetrasi di kewanitaannya.

Kuraih tubuh Diana dalam gendonganku, kusandarkan dia di white board. Tangan Diana memeluk leherku sambil aktif mengulum mulut dan lidahku di dalam. Setelah kusingkapkan semua kaos ketat biru lepas dari tubuhnya, sambil menyangga pantat Diana dengan tangan kiriku mulai kuurut pelan bentuk 'cute' penisku. Kuselipkan di antara pangkal paha Diana, setelah tepat, mulai kudorong pelan masuk ke dalam vaginanya yang tidak tahu kenapa terus-terusan berdenyut-denyut gitu yah?

"Honneeyy..! Aaahh..!" desahnya.
"Is this the real of my girl..?" batinku.

Walalahh.. ternyata dia juga tidak kalah agresif dengan temannya Lisbeth. Kukulum bibir dia, kuhisap agak brutal juga sih, nah habis teriakannya juga bahaya sekali kalau tidak diredam.

Dia mengerang meregang saat secara pelan meresapi proses penetrasi yang sengaja kubuat lambat.

Setelah kepala 'bandot'-ku masuk, kugesekkan pelan keluar masuk. Kumasukkan sedikit lagi, kugesekkan lagi. Sengaja memang kubuat dia makin penasaran dengan memperlambat seluruh proses penetrasiku.

"Feel the art, feel the beauty, feel it slowly my dear.."
"Iyaann, pleasee.. jangan siksa akuu.. aagh.. jahaatt kamu.. masukkin semua sayang.. hhgg..!" katanya jengkel sambil tangannya menggapai pantatku memaksa untuk lebih dalam lagi penisku menjelajah vaginanya.
"Chiiee.. bantuiinn agghh..!"

Weheheh.. kalian pernah tahu tidak, penetrasi minta bantuan sama temannya (si Diana nih ada-ada saja deh).

Dan,

"Jjjlleebb..!"
"Hhhgghh.. aahh.. Yaan..!"
"Setaan..!" si Lisbeth benar-benar bantuin temannya, dia langsung dorong pantatku menghantam keras pangkal paha Diana.
"Aku dapet.. aku.. aaghh.. Iyaann..!"

Meskipun aku lagi terdiam meresapi 'the beauty of penetration' yang dirusak oleh Lisbeth, tapi kok bisa-bisanya si Diana dapat orgasm pertamanya yah. Bergerak memutar kumainkan vagina Diana dengan penisku di dalam sambil kutambah sensasi orgasmnya dengan menjilat, menghisap puting dan seluruh dadanya diikuti keringat yang membuat tubuhnya licin merangsang.
Cerita sex, cerita ngentot, cerita mesum
"I think this is the coolest sillhoute of Girl's breast." batinku.
"Kamu bikin aku kelabakan terus mulai pertama kenal..?" sambil Diana cium hidungku dan sedikit mengatur nafasnya.

"Chie kita kerjain nyoo..!" kedip mata Diana dibalas mata sapi si Lisbeth, sepertinya aku akan dikerjai mereka nih.
"Ready to go honey..?"
"Mo kemana..?" tanya Diana.
"Mo ini neh..," langsung cepat kutekan dalam-dalam kejantananku ke vagina Diana.
"Yaann.. aahh.. ngiluu Yaann.. stop Yan.. stoop..!"
"Katanya mo kerjain Iyan? Mana? Kok gantian dikerjain..?" Jelek juga yah.., aku balas dendam seperti ini.
"Iya hhgg.. abis kamu cepet banget nggak permisi dulu ama yang punya.. Aaagghh..! Iyaann..!" selesai ngomong seperti iyu kuhujamkan cepat lagi penisku menerobos vagina Diana.
"Iyaann.. aah.. sshh.. hhmm.. Iya.. iyaa di situ Yan.. yang kenceng lagi.. nakal.. nakal kamu Yan..!"

Astaga, aku tidak menyangka si Lisbeth, dia turunkan celanaku sampai habis. Dia jongkok di bawah pantat Diana sambil menghisap gantian buah testisku dan vagina Diana bergantian.

Sempet senyum juga sih waktu Lis bilang,

"Aaduuhh!! aduuhh!!"

Salah sendiri, siapa suruh di bawah kaya gitu. Kepala dia sering terbentur pangkal paha Diana yang bergerak liar merespon gerak intens-ku merojoh dari mulai pelan setengah masuk sampai kuamblaskan semua penisku dengan sekuat tenaga. Huaa..! mulutku tidak dapat diam mengerjakan dada berkeringat Diana sambil sesekali kubuat tanda merah di sekitar puting lancipnya.

"Honeeyy.. honeeyy.. honeeyy..!" bayangkan saja seirama keluar masuknya si 'bandot', Diana teriak dengan suara cemprengnya seperti itu, dan di bawah cuek saja Lis dengan kerjaan barunya.

Kontras sekali nih suara. Suara cempreng Diana, bunyi kecipak kemaluanku di vagina Diana, dan lucunya ditambah dengan suara aduh-aduh dan kecapan lidah si Lis di testisku.

Sekitar 5 menit aku terus menggempur semua isi vagina Diana dengan kemaluanku, dan sekitar itu pula Lisbeth tidak bosan-bosannya mengulum, menjilat sambil sesekali memijat buah testisku. Hmm.. capek juga ternyata dengan model berdiri seperti ini. Kurengkuh tubuh Diana tanpa melepas kemaluan kami berdua, lalu kurebahkan kembali tubuh mulus berkeringat itu di meja dosen yang langsung protes dengan jeritnya.

"KRRIIEETT..! {{{STEREO}}}"

Kulumat kembali bibir Diana, kukecup juga leher jenjang tak berdosanya, dan langsung turun merambat ke arah payudara seiring keluar masuknya penisku.

"Cuu.. rrang..!" teriak Lisbeth. Huahaha dengan pindah posisi seperti ini ternyata dia tidak dapat memuaskan nafsunya ke testisku. Nah memang ngilu sekali kalau testis dipijat terus seperti itu kan?

Habis ngomong seperti itu, segera si Lis merapatkan tubuhnya ke punggungku yang agak sedikit condong ke bawah menjilati puting basah si Diana. Tidak kurang akal Lis menjilati leher, sampai punggungku. Lumayan susah juga dia melakukan itu gara-gara tubuh yang terus tidak berhenti menggoyang tubuh mulus di bawah.

Gila aku merasa seluruh kemaluanku dipijat sangat kuat oleh otot vagina Diana. Aku mempercepat tempo goyangan pinggulku, karena aku merasa tidak lama lagi Diana akan mendapatkan orgasmenya sekali lagi, dan aku akan mendapatkan menu yang lainnya lagi di atas punggungku hehe..
Cerita sex, cerita ngentot, cerita mesum
Tidak berapa lama kemudian, nafas Diana sepertinya sudah mulai ngos-ngosan. Dia peluk aku erat sekali. Aku semakin bersemangat menaik-turunkan si 'bandot' dengan cepat. Tanganku meremas payudara kanannya dan puting kirinya kuhisap dengan kuat. Dia mulai ribut merintih sambil menggeleng-gelengkan kepalanya, sesekali dia juga mencium bibirku. Kakinya sudah melingkari pinggangku, si Lis sampai hampir ketendang.

"Ohh.. Yan terus.. iya.. ohh.. lebih dalam.. cepetan lage Yaann.. aarrgghh..!" desah Diana.

Makin lama makin kupercepat gerakanku, membuat gerakan Diana semakin liar menghajar meja dosen kucel itu. Akhirnya kurasakan dia mulai mengejang, kedua kakinya tambah kencang menjepit pinggangku, tangannya memelukku erat-erat, bahkan aku merasa kuku Diana mulai menggores punggungku, waduuhh dapat tatto gratis nih aku.


"Yan.. sedikit lagi.. akhh.. aku dapet Yaann.. kencengan lagi.. tahan dikit lagi.. Ooohh Iyaann.." akhirnya cairan hangat kurasakan membasahi batang kemaluanku disertai teriakkan panjang Diana.

Tubuh Diana kejang-kejang seperti orang kesetanan, matanya tertutup rapat dan mulutnya terlihat setengah terbuka hanya mengeluarkan desisan panjang. Terasa olehku lelehan bahkan pancaran lendir yang keluar dari liang kemaluan Diana menerobos melewati celah-celah sempit di antara dekapan dinding dan bibir kemaluannya yang menjepit batanganku, terus menetes dan mengalir sampai jauh. Aku terus menggenjot vagina becek itu dengan mulut selalu menghisap puting Diana.

"Ampuunn Yaann.. ampuunn.. ngilu.. ngilu, udaahh oohh..!" desahnya.
"Chie tolong chie.. chiee..!" belum habis rintihan Diana, sebuah tangan kecil menjambak rambutku sehingga aku terdongak bangun dari kuluman puting Diana dan juga sebuah bibir lembut dan basah segera mengulum ganas bibirku.
"You're mine now.. It's my turn..!" kata Lisbeth tiba-tiba.

Tubuhku langsung didorong Lisbeth menduduki kursi dosen yang sudah disiapkan di belakangku.

Setelah duduk,

"Lis.. bentar Liss.. aahh..!" kataku.

Dipegangnya batangan 'bandot'-ku dan dihempaskan langsung tubuhnya tanpa kenal ampun melahap semua gagahnya kemaluanku.

"Aaahh.. Yaann gilaa.. nggak bisa masuk semua.. aahh.. penuh banget Yaann.. ngeganjeell.. aadduhh sakit banget Yaann, I like your dick, so big. It's mine.. it's mine..!"

Tiba-tiba saja si Lis langsung mengeluarkan 'bandot'-ku dari terkaman vaginanya. Sambil jongkok dia kulum penisku.

"Kamu di atas yah Yan.. sakit kalo aku di atas.."Lisbeth segera mengambil celanaku, dan merebahkan tubuhnya (enak saja nih anak, celanaku dikotorin terus sama mereka, tadi di toilet, sekarang di lantai buat alas tidur si Lis).

Tapi karena nafsu, aku sudah tidak perduli dengan celanaku lagi. Kulumat bibir Lisbeth, sementara senjataku kugesek-gesekkan mengikuti alur labia mayoranya.

Akhirnya, dengan kesabaran yang sudah mulai hilang, tangan Lisbeth meraih penisku, dimainkan kepala bajanya di area klitorisnya sebentar, dan setelah sampai di pintu kemaluannya, langsung kutekan kuat.

Dengan belum siapnya Lisbeth menerima cepatnya penisku masuk ke vagianya, langsung dia menggeram sambil teriak-teriak,

"Sialan.. bangsat kamu.. aahh.. terus-terus.. iyaa.. aduuhh.. nakal bangeett sih.. oohh Yaann..!"
Cerita sex, cerita ngentot, cerita mesum
Celah Lisbeth berbeda dengan Diana, lebih hangat dan menggigit (tentunya aku tidak akan ngomong ke Diana dong, huehee.. jahat nih vagina bisa kaya gini menghajar penisku). Kutahan pantatku, aku menikmati remasan kemaluannya di batanganku. Perlahan kutekan pantatku, senjataku amblas sedalam-dalamnya.

Gigi Lisbeth tertancap di lenganku saat aku mulai menaik-turunkan pantatku dengan gerakan teratur. Remasan dan gigitan liang kewanitaannya diseluruh batanganku terasa sangat nikmat. Kubalikkan tubuhnya ke samping. Senjataku menghujam semakin dalam, kuangkat sebelah kakinya dan kutahan dengan lututku. Batang senjataku amblassampai menyentuh di mulut rahimnya.

Puas dari samping, tanpa mencabut senjataku, kuangkat pantat Lisbeth. Dengan gerakan elastis, kini aku menghajarnya dari belakang. Tanganku meremas bongkahan pantatnya dengan kuat, sementara senjataku keluar masuk semakin cepat. Erangan dan rintihan yang tidak jelas terdengar lirih. Ketika kurasakan ada yang mau keluar dari kemaluanku, segera kucabut senjataku.

"Pllop..!" terdengar suara saat kucabut si 'bandot', mungkin karena ketatnya lubang kemaluan Lisbeth yang mencengkram penisku.
"Achh, kenapa? Kenapa..? Aku sedikit lagi.." protes Lisbeth.

Dia langsung mendorong tubuhku, kini aku telentang di bawah. Dengan liar Lis meraih penisku dan memasukkannya ke dalam lubang sorganya sambil berjongkok.

"Yeeaahh..!" kini dengan buasnya Lis menggoyang dan menaik-turunkan pinggulnya.

Sementara aku di bawah sudah tak sanggup menahan nikmat yang aku dapat dari empotan vagina si Lisbeth, apalagi saat pinggulnya sambil naik-turun digoyangkan juga diputar-putar, dan sesekali memijat penisku seperti menahan pipis (nih cewek lebih pengalaman dari Dianaku nih).

Aku bertahan sekuat mungkin.

"Aaahh.. Lis..!" penisku di dalam kewanitaan Lisbeth berdenyut-denyut tertahan mengeluarkanmuatannya.
"Yaann.. aahh.. penis kamu.. penis kamu.. aahh Yaann aku dapeett..!" Selesai rintihan Lisbeth, mengalirlah cairan kenikmatannya dan disusul spermaku yang memancarkan air kehidupan, membasahi semua liang yang sempit itu. Ambruk tubuh Lis menimpa dadaku.

Dengan tenaga yang ada, aku masih aktif memutar pantat Lisbeth sambil meremas lemah.

"Iyan sayaang.. You are the doctor.. aahh.. udah Yaann ampun deh kamu.. geli Yaann aahh..!"
"Chie-chie..! Chie nggak boleh panggil sayang.. yang boleh panggil sayang cuman aku Chie..!" lemah Diana langsung bangkit dari meja dosen sambil tangan diletakkan di pinggangnya seperti orang mau melabrak, tapi aneh, walaupun seperti mau melabrak tapi sambil tersenyum. Lucu kan tuh gayanya.
Cerita sex, cerita ngentot, cerita mesum
Kami saling gantian berciuman, menjilati keringat tubuh, bergiliran dan bersamaan. Dan mereka berdua dengan kompaknya saling giliran menjilati penisku yang meskipun enak banget dihisap dan dijilat sama mereka berdua, tapi tetap saja sudah loyo. Lemas sekali, capek kali tuh 'anak kecil' huehe..

Setelah kami mengenakan pakaian, Lisbeth mengeluarkan setumpuk tissue dari tasnya.

"Lis.. please.. jangan Lis, jangan dibersihin.. biar.. jadi kenangan ruangan ini.. kalo masih ada bekasnya bakalan seru kan yang ada di ruangan ini besok, tul nggak..?" cegahku ke Lisbeth yang mau melap bekas air cinta kami bertiga yang berceceran di meja dosen dan dilantai depan kelas mereka.
"Hihihi.. kamu.. nakalnya nggak ketulungan sih," sambil Lisbeth mencium bibirku, tapi segera kutepis wajahnya.

"I belong to her now," sambil kukecup lembut bibir Diana.
"Huuhh..! Nggak ngilerr wee..!" kata Lis sewot.

Pukul 18.00. Akhirnya kami bertiga menuju pelataran parkir. Astaga, mengantarkan mereka berdua pulang nih, tapi it's O.K, sudah dibayar di muka kok angkosnya huehehe..

Pembaca tahu tidak..? Besoknya kami hanya ketawa-tawa lirih waktu seisi kelas Diana (termasuk dosennya) pada geger gara-gara melihat di depan kelas dan meja dosennya ada cairanwasiat untuk mereka. Hahaha.. buat Pak dosen kalau membaca tulisan saya ini, (kalo masih ingat juga sih),

"Dengan tanpa mengurangi rasa hormat saya.., sorrie banget yah Paakk..!"

Untung kami sudah lulus dari kampus Bapak, kalo tidak, waa..? Kayanya bapak juga bakalan mau cobain dua cewekku itu. Huahaha..

***

Cerita sex, cerita ngentot, cerita mesum dan cerita dewasa, tante, sedarah, spg, daun muda, setengah baya, abg, remaja, pramugari, pembantu, bispak, mahasiswi, pelajar, lesbi dan banyak lagi lainya kategori cerita terbaru Foto Hot 2016  

Related Posts

Cerita Sex Sensation of My Campus
4/ 5
Oleh